HomeCelotehLingkaran Pam Swakarsa Komjen Listyo

Lingkaran Pam Swakarsa Komjen Listyo

Kecil Besar

“PAM Swakarsa harus lebih diperanaktifkan dalam mewujudkan pemeliharaan kamtibmas. Jadi, kita hidupkan kembali”. – Komjen Listyo Sigit Prabowo, calon Kapolri


PinterPolitik.com

Reborn alias lahir kembali. Istilah ini mungkin lekat dengan kondisi ketika sesuatu atau seseorang mengalami pembaruan. Ibaratnya mendapatkan kembali kesempatan kedua untuk mengubah nasib atau jalan hidup.

Mungkin hal inilah yang sedang diupayakan terjadi pada Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa alias Pam Swakarsa. Buat yang belum tahu, Kapolri terpilih Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat mengungkapkan wacana tersebut saat uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri bersama Komisi III DPR RI.

Baca Juga: UU Ciptaker, Awal Plutokrasi Indonesia?

Pam Swakarsa sendiri adalah semacam pasukan yang direkrut dari masyarakat untuk membantu kepolisian menjalankan tugas-tugas membangun ketertiban bersama.

Wacana ini juga sempat diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Idham Azis yang telah meneken peraturan mengenai Pam Swakarsa dalam Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2020.

Dalam aturan itu masyarakat sipil akan dilibatkan dalam Pam Swakarsa yang akan tergabung dalam Satuan Pengamanan (Satpam) dan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling).

Nah, rencana ini mendapat protes dari berbagai pihak. Banyak yang menyebutkan bahwa ini mengingatkan kembali pada Pam Swakarsa yang ada di akhir era Orde Baru.

Secara spesifik, beberapa sumber bahkan menyebut Pam Swakarsa dulu adalah bentukan Jenderal TNI Wiranto yang kala itu menjabat sebagai Panglima ABRI. Mereka dikerahkan untuk menghalau demonstrasi mahasiswa dan para aktivis yang menolak Sidang Istimewa (SI) MPR pada 1998.

Masyarakat sipil yang tergabung dalam Pam Swakarsa kala itu dipersenjatai dan diduga mendapat dukungan dari kalangan militer. Wih, ngeri cuy.

Menariknya, sumber-sumber yang lain juga menyebutkan bahwa Pam Swakarsa adalah hulu dari beberapa ormas, salah satunya Front Pembela Islam alias FPI. Ini misalnya disampaikan oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Wih, jadi pemerintah membubarkan FPI untuk kemudian didirikan lagi dalam bentuk Pam Swakarsa? Hmm, agak muter-muter gimana gitu ya. Uppps.

Yang jelas, wacana pembentukan Pam Swakarsa emang perlu ditinjau lebih dalam. Soalnya, jangan sampai organisasi yang demikian ini malah menimbulkan trauma di masyarakat. Ujung-ujungnya, sesuatu yang di-reborn ini malah menimbulkan masalah.

Mungkin bisa meniru grup band Padi. Setelah sempat vakum, kini mereka makin solid dengan nama Padi Reborn. Nah, itu baru reborn yang sesungguhnya. Hehehe. (S13)


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.