Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Laga Baru: Prabowo vs SYL?

Laga Baru: Prabowo vs SYL?


F46 - Thursday, July 9, 2020 7:00
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) (kanan). (Foto: Tribunnews)

0 min read

“Saham kosong dan proyek tersedia, begitulah kisah pejabat negara merendahkan dirinya” – Najwa Shihab, jurnalis asal Indonesia.


PinterPolitik.com

Wih, cuy, ternyata dunia politik tidak jauh beda dengan dunia bermain peran – seperti sinetron – ya. Kalau dalam sinetron ada kisah tentang seorang suami yang memiliki banyak istri, dan masing-masing istri berlomba memanis-maniskan sikap di depan suami, maka dalam dunia politik hal begitu banyak sekali. Gimmick seperti itu biasanya bertambah hyper manakala para politisi tengah butuh perhatian.

Sama halnya dengan menteri, para menteri juga termasuk orang yang butuh perhatian dan sangat takut kalau sampai posisi yang dimiliki hilang begitu saja. Makanya, supaya selamat dan kembali disayang-sayang oleh presiden, mereka berlomba agar tampak manis dan terkesan serius mengurus rumah tangga.

Ya, begitulah, jangan heran deh. Justru yang patut diherankan adalah kalau gimmick tersebut malah melahirkan permusuhan. Meski benar akan mendapat perhatian, tapi kalau negatif kan sama aja boong, cuy.

Hal itu kalau diterjemahkan dalam politik Istana sekarang ya cocok buat menganalisis dua kementerian yang saling rebutan klaim atas pengadaan food estate (lumbung pangan nasional) yang menjadi salah satu proyek besar dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Katanya sih, tujuannya agar dapat mengatasi ancaman krisis pangan.

Dua menteri yang sedang tarik menarik pengaruh terkait pangan tersebut adalah Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Kalau yang pertama, wajarlah apabila menegaskan posisi dirinya sebagai pemimpin leading sector dari food estate. Tapi, kenapa ya presiden melibatkan Pak Menhan?

Nah, usut punya usut, seperti kata Dahnil Anzar – Juru Bicara Menhan – ternyata Menhan dilibatkan dalam proyek ini adalah sebab food estate ini akan menjadi logistik cadangan strategis bagi Indonesia yang nanti ditangani oleh prajurit TNI.

Bahkan, Dahnil menyebut secara tegas, bahwa Kemenhan lah yang diberikan tanggung jawab oleh Presiden sebagai leading sector.

Wah wah wah, kok saling klaim begini, ya? Mimin malah mencium bau tak sedap deh di balik ini semua. Apa mungkin Mentan kini tengah mencari perhatian publik setelah mendengar isu reshuffle, cuy?

Soalnya Mentan kan sekian lama nggak terdengar nih, tiba-tiba bersemangat sekali muncul ke publik – mulai dari saat pakai kalung antivirus Corona dalam suatu rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), terus penegasan akan undur diri apabila tidak mencapai misi kabinet, hingga, yang terakhir, show up siap klaim atas proyek food estate.

Kalau dalam sinetron nih ibarat aktor yang mulai redup terus nyari sensasi supaya dilirik sutradara lagi. Bukan apa-apa sih sebenarnya, tapi kok ya aneh-aneh aja nih Pak Mentan. Uppss. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait