HomeCelotehKoalisi Keumatan Wacana Forever?

Koalisi Keumatan Wacana Forever?

“PA 212 diamanahkan untuk mendorong terealisasinya deklarasi terbuka koalisi keumatan Gerinda, PAN, PKS dan PBB, dengan tujuan persatuan umat Islam untuk Pilkada 2018 dan Pileg dan Pilpres 2019.” ~ Ketua PA 212, Slamet Maarif.


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]onon kabarnya Rizieq Shihab baru aja mendeklarasikan Koalisi Keumatan ya pasca pertemuannya dengan Prabowo Subianto dan Amien Rais di Makkah beberapa waktu lalu. Wuih, kece badai juga ya namanya. Ada nuansa agamis gitu. Diharapkan partai yang diklaim konsisten mendukung gerakan Islam seperti Gerindra, PKS, PAN dan PBB nantinya akan bergabung dalam koalisi ini.

By the way, anyway, busway, hobi banget sih mereka ini membawa embel-embel agama dalam unsur koalisinya? Padahal gerakan partai ini kan murni gerakan politis, jadi unfaedah banget pake nama ‘keumatan’. Atau nama ini cuma untuk menggaet pemilih umat Islam aja pada Pilpres 2019 mendatang?

Kok eike tetiba jadi keinget sosok Hary Tanoesoedibjo (HT) ya, yang tempo lalu sempat berpakaian Islami bermodalkan peci hitam dan sajadah masuk ke masjid-masjid di pesantren. Dalam sekejap HT dikerubungi para santri bak semut melihat gula. Seakan semua lupa bahwa HT bukan beragama Islam. Ya sudah lah.

Politik itu memang gak terpisah dari pencitraan. Karena tanpa citra, partai politik gak akan bisa membangun basis massa yang luas. Ingin mendapat suara dari wong cilik? Ya klaim aja partainya pembela orang-orang kecil yang suka tertindas. Kalau lancar, nanti wong cilik kepincut tuh dan ikut mendukung.

Begitu pula dalam aspek agama. Ingin mendapat suara umat Islam? Ya klaim aja sebagai partai Allah yang akan pembela kepentingan Islam di bumi Indonesia. Terdengar lebay sih. Toh emangnya Indonesia lagi darurat apa sampe Islam perlu dibela? Yang ada paham radikal tuh yang membuat citra Islam jadi jelek.

Baca juga :  Siap Gemparkan Pemilu?

Harusnya Koalisi Keumatan ini kalau memang pro Islam, ya harusnya para elite politik yang ada di dalamnya juga ikut mengutuk teroris yang mengatasnamakan Islam itu dung. Bukan lantas malah nyinyirin Pemerintah dan Polri yang dianggap kecolongan  akibat aksi bom di beberapa lokasi beberapa waktu lalu.

Ketimbang benar-benar membawa semangat keislaman, Koalisi Keumatan ini lebih mirip cuma nebeng doang di atas citra Islam demi mendapatkan simpati dari para pemilik suara yang notabene didominasi pemilih muslim. Rasanya di mata eike Koalisi Keumatan ini cuma sekedar wacana forever. Aya aya wae ah.

- Advertisement -

Apa dengan bermodal bisa mengagitasi pemilih muslim, Koalisi Keumatan ini merasa di atas angin dan dipastikan mendapatkan kemenangan di Pilpres mendatang? Mmm, eike kok gak yakin ya. Karena gimanapun juga Tuhan itu gak memberikan dukungan berdasarkan jumlah jamaahnya semata. Tapi lebih kepada kesungguhan umatnya, sekalipun itu hanya segelintir. Seperti yang dikatakan filsuf Voltaire (1694-1778): “God is not on the side of the big battalions, but on the side of those who shoot best.” (K16)

spot_img

#Trending Article

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP? PinterPolitik.com Bagi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Partai Mana yang Diinginkan Gatot?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menolak ajakan Din Syamsuddin untuk bergabung dalam Partai Pelita. Mungkinkah yang diinginkan Gatot adalah partai besar? PinterPolitik.com Kalau membahas eks Panglima...

Anies Lagi, Anies Lagi

Beberapa pihak menyebut nama Jakarta International Stadium (JIS) melanggar undang-undang karena tidak menggunakan bahasa Indonesia. Apakah kritik ini terjadi karena yang merampungkan pembangunannya adalah...

Cak Imin Bisa “Tenggelam”?

Politikus PKB Umar Hasibuan sebut soal kemungkinan ancaman pembajakan terhadap PKB. Bila terjadi, mungkinkah Cak Imin bisa makin tenggelam?

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...