HomeCelotehKoalisi Jokowi Abaikan Luhut?

Koalisi Jokowi Abaikan Luhut?

Kecil Besar

Sejumlah perwakilan partai politik (parpol) yang pernah berjuang bersama di Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin bertemu untuk melaksanakan reuni sembari makan malam bersama. Namun, reuni tersebut dinilai tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dengan baik di tengah banyaknya lonjakan kasus positif.


PinterPolitik.com

Siapa sih yang nggak sabar untuk reuni? Hampir semua orang pasti menunggu banget akan datangnya momen-momen reuni. Gimana nggak? Dengan acara reuni, kita bisa bertemu dengan kawan-kawan lama sambil mengenang momen-momen lampau yang dilewati bersama.

Hmmmimin biasanya paling nggak sabar tuh kalau udah acara-acara semacam reuni. Siapa sih emang yang nggak kangen dengan memori-memori masa sekolah? Masa itu adalah masa-masa di mana kita tidak harus berpikir banyak soal gelapnya persoalan kehidupan. CeilahHehe.

Namun, meski acara-acara reuni adalah hal yang ditunggu-tunggu, tampaknya kita semua harus menunggu lebih lama nih. Pasalnya, seperti yang banyak diberitakan di luar sana, kasus positif Covid-19 kini tengah mengalami lonjakan yang besar lho, apalagi banyak varian baru sekarang seperti Delta dan Alfa.

Mimin sampai khawatir dan cemas lhogengsGimana nggak? Teman-teman mimin yang mimin harapkan bisa bertemu kala reuni suatu hari nanti malah terinfeksi Covid-19 semua dan harus melakukan isolasi mandiri (isoman).

Semakin ke sini nih, semakin banyak teman-teman mimin yang upload story di Instagram guna bercerita bahwa mereka kini positif Covid-19. Haduuhmimin semakin was-was, gaesHuhu. Makanya tuh, kalian perlu segera mengikuti program vaksinasi dari pemerintah dan lembaga terkait – biar kita semua segera meraih kekebalan kelompok (herd immunity).

Tapi nih, beberapa waktu lalu, tampaknya ada sejumlah pihak yang nggak sabaran untuk melakukan reuni. Berdasarkan pantauan mimin nih, sejumlah perwakilan partai politik (parpol) koalisi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin melakukan reuni sambil santap malam dan ngobrolngobrol lho.

Baca Juga: Akhirnya, Jokowi ‘Rilis’ PPKM Baru!

Luhut Kesalahan Kita

Wah wah wah, kasus ini. Kalau kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni, reuni mereka nggak ngobrolin hal yang serius kokHmm, kalau nggak serius dan urgentngapain lho harus bertemu secara tatap muka? Hmmgimana ini?

Sampai-sampai, akun Twitter Raja Juli Antoni (@AntoniRaja) dikritik lho oleh musisi yang bernama Baskara alias Hindia yang juga personel dari .Feast. Itu lho yang nyanyi “Peradaban” (2018).

Hmm, belum tahu nih si Raja rasanya gimana kalau diamuk oleh para netizen Indonesia. Kalau mau tahu, mungkin bisa sekalian tanya tuh ke Mas Baskara yang dulu sempat dinyinyirin netizen karena dinilai sok edgyHehe.

Apa perlu nih bapak-bapak TKN Jokowi-Ma’ruf ini dilaporkan ke Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan? Wong Pak Luhut aja udah bilang kok kalau pemimpin harus bisa memberikan contoh, khususnya untuk memberikan contoh dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) bagi masyarakat.

Masa Pak Luhut yang dijuluki sebagai lord aja nggak didengarkan oleh bapak-bapak TKN ini? Kan, Pak Menko Marves punya julukan sebagai Menteri Segala Urusan sampai Perdana Menteri (PM) lho.

Hayoodengerin tuh apa yang dibilang Lord Luhut. Masa masyarakat umum aja yang harus menerapkan prokes? Para politisi pun juga dong. Kan, belum tentu kebal juga terhadap Covid-19. Hmm. (A43)

Baca Juga: Luhut Akui Kesalahan Pemerintah?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

Dokter: Goodbye Jokowi?

“Seorang dokter menyembuhkan, dan alam yang menciptakan kesehatan.” Aristoteles PinterPolitik.com BPJS… Oh BPJS… Karena kehadiranmu ku tak perlu khawatir lagi jika tiba-tiba jatuh sakit. Iuran tidak...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?