Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Klise Mahfud ‘Cari’ Impostor Ciptaker

Klise Mahfud ‘Cari’ Impostor Ciptaker


F46 - Monday, October 12, 2020 12:15
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD (tengah) bersama Kapolri Idham Azis (kiri), Panglima TNI Hadi Tjahjanto (dua dari kiri), Kepala BIN Budi Gunawan (dua dari kanan), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (kanan) ketika menyampaikan sikap terkait demonstrasi penolakan omnibus law. (Foto: Kemenko Polhukam)

0 min read

“Kalimat klise adalah topeng bagi mereka yang takut berkepribadian” – Goenawan Mohammad, sastrawan asal Indonesia


PinterPolitik.com

Hadeh, kenapa sih orang-orang nggak pada jujur saja dalam mengomentari suatu peristiwa? Kenapa kok nggak pada belajar dari game Among Us, ya?

Ingat lho ada satu karakter yang menjengkelkan bernama Impostor. Dan, kalian tahu impostor itu bagaimana kerjaannya? Yaps, bikin gaduh saja, karena pandai menuduh lawannya.

Itu kan sama dengan apa yang dilakukan oleh pemilik akun Twitter bernama @rayhantaswin yang dulu pernah mengunggah screenshot percakapan setelah kekalahan yang menimpa Persib Bandung saat menghadapi PSMS Medan.

Bunyinya begini, "Ternyata paska kekalahan dari PSMS Medan di locker room (Mario) Gomez melontarkan pernyataan sepihak dengan menuduh Supari (nasir), Ghozali (Siregar), Ardi (Idrus) dan Eka (Ramdani) dapat sogokan dari tim lawan."

Tentu saja cuitan itu langsung bikin heboh jagat maya. Kemarahan pun semakin menjadi-jadi. Namun, ternyata saat dikonfirmasi, nggak ada kebenarannya sama sekali tuh.

Nah, kayaknya Pak Mahfud MD, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) itu harus belajar banyak dari kejadian di atas. Pasalnya, mimin agak kaget saat Pak Mahfud ber-statement soal demonstrasi Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) atau omnibus law.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) bilang, “Saya ulangi, sekali lagi pemerintah akan bersikap tegas dan melakukan proses hukum terhadap semua pelaku dan aktor yang menunggangi aksi-aksi anarkis yang sudah berbentuk tindakan kriminal.”

Sebenarnya, sah-sah saja kalau memang benar ada penunggah, cuy. Namun, berkata seperti itu di dalam kondisi yang chaos dan penuh amarah – juga tanpa adanya bukti yang bisa dihadirkan – kesannya kayak klise gitu.

Hmm. Mengapa terkesan klise? Jawabannya adalah karena hampir setiap aksi protes seperti ini selalu ada yang menunggangi, entah kepentingan apa yang mendasari penunggangan tersebut. Gelombang protes #ReformasiDikorupsi pada September 2019 lalu, misalnya, juga disebut-sebut ada yang menunggangi.

Hal serupa juga diakui lho oleh Pak Mahfud kala itu. Setelah bertemu dengan Presiden Jokowi pada September 2019 silam, beliau bilang, “Bahwa orang ikut nyelundup masuk itu nggak bisa dihindari. Nggak ada pengaruhnya pada aspirasi utamanya.”

Hmm, kan, jadi aneh kalau Pak Menko Polhukam hanya fokus pada pedemonya saja tanpa befokus pada aspirasi utamanya. Mungkin, Pak Menko Polhukam perlu nih mendengarkan apa yang dibilang oleh Pak Mahfud pada tahun 2019 silam. Hehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait