HomeCelotehKe Pentagon, Prabowo Didukung Untuk 2024?

Ke Pentagon, Prabowo Didukung Untuk 2024?

Kecil Besar

“Ada kelompok tertentu yang ingin menjadikan saya sebagai kambing hitam, mungkin untuk menyembunyikan keterlibatan mereka”. – Prabowo Subianto dalam wawancara dengan Jose Manuel Tesoro untuk tulisan “The Scapegoat” dalam AsiaWeek edisi Maret 2000


PinterPolitik.com

Perjalanan karier politik Prabowo Subianto emang nggak mulus-mulus banget. Doi pernah ada di posisi layaknya putra mahkota ketika kariernya di militer moncer luar biasa, ditambah statusnya sebagai menantu Soeharto.

Namun, ada saat ketika Prabowo dituduh bertanggungjawab terhadap kerusuhan dan penghilangan orang, plus juga dituduh merencanakan kudeta. Peristiwa-persitiwa itu terjadi di sekitaran tahun 1998 atau saat Orde Baru akan berakhir.

Nah, sayangnya, hal-hal yang negatif itu menutupi semua prestasi dan keberhasilan personal Prabowo. Bahkan, boleh dibilang karier politik Prabowo terhambat oleh persoalan-persoalan itu. Bukannya gimana-gimana ya, Prabowo jadi punya citra negatif di mata dunia internasional, terutama terhadap Amerika Serikat.

Apalagi, udah jadi rahasia umum bahwa konteks kekuasaan dan kepemimpinan di Indonesia hampir selalu berhubungan dengan bagaimana kepentingan dan pandangan AS terhadap sosok calon yang akan terpilih.

Makanya ketika Prabowo yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan diberikan visa dan izin kunjungan ke AS beberapa hari lalu, banyak yang berpendapat bahwa hal ini menunjukkan ada potensi perubahan persepsi dari negeri Paman Sam itu terhadap Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Sekalipun media di AS seperti The New York Times masih menurunkan tajuk menohok berbunyi: “Indonesian Defense Chief, Accused of Rights Abuses, Will Visit Pentagon”, setidaknya dari sisi pemerintah AS sendiri ada potensi perubahan pandangan tersebut yang bisa saja mempengaruhi perjalanan karier politik Prabowo sendiri.

Prabowo datang ke AS atas undangan Menhan AS Mark Esper. Memang ada selentingan yang menyebutkan bahwa AS harus menjaga hubungan baik dengan siapa pun Menhan di Indonesia agar menjamin bisnis yang berhubungan dengan militer – seperti alutsista dan sejenisnya – bisa tetap berjalan baik.

Namun, bagi Prabowo, hal ini penting untuk menjamin langkahnya katakanlah jika ia masih punya ambisi politik untuk maju lagi pada Pilpres 2024. Bagaimanapun juga, boleh jadi kegagalan mantan Danjen Kopassus itu pada Pilpres 2009 saat menjadi cawapres Megawati Soekarnoputri, dan pada Pilpres 2014 dan 2019 sebagai capres adalah karena konteks persepsi pemerintah AS terhadapnya.

Wih, apakah ini berarti AS akan mungkin mendukung Prabowo untuk Pilpres 2024 mendatang? Menarik untuk ditunggu. (S13)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.