HomeCelotehKapal Anies 'Diserang' Ular?

Kapal Anies ‘Diserang’ Ular?

Kecil Besar

Tamu tak diundang – berupa ular – datang kepada mantan Gubernur Banten Wahidin Halim ketika bertepatan dengan datangnya tamu yang akan diundang, Anies Baswedan.


PinterPolitik.com

“Everybody listen up! We have to put a barrier between us and the snakes!” – Snakes on a Plane (2006)

Siapa sih yang nggak takut kalau tiba-tiba mendapat serangan ular berbisa dalam jumlah banyak? Hmm, mungkin pawang ular kali ya yang nggak takut sama ular. 

Kebayang nggak, lagi naik pesawat lalu di dalam pesawat yang kita tumpangi mendapatkan serangan ular berbisa dalam jumlah yang banyak? Sudah pasti membayangkannya saja menjadi suatu hal yang mengerikan.

Gimana nggak? Dihadapkan dengan ratusan ular berbisa di dalam pesawat hanya akan menimbulkan tekanan dan kepanikan para penumpang serta awak kabin dalam pesawat.

Kalau  sudah dihadapkan dengan ular secara langsung – seperti kasus serangan ular yang terdapat pada film Snakes on a Plane (2006) – mau tidak mau harus berjuang di tengah situasi yang sangat mengancam. 

Paling tidak, kasus mencekam serbuan ular di dalam pesawat berbisa tersebut hanya berkisah dalam film saja yang disutradarai oleh David R. Ellis. Adegan dalam film, ular tersebut dilepaskan dengan motif untuk membunuh saksi kunci kriminal yang berada di dalam penerbangan pesawat tersebut. 

Nah, ternyata, kasus serangan ular baru-baru ini terjadi juga dirasakan oleh mantan Gubernur Banten Wahidin Halim. Serangan tersebut datang pada saat akan ada kunjungan acara pertemuan akbar dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Anies – yang juga merupakan calon presiden (capres) yang akan diusung Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS – hendak menghadiri acara yang bertajuk “Anies Mendengar Warga Tangerang” yang diselenggarakan oleh Wahidin. 

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon
NasDem Pilih Anies atau Jokowi

Fenomena serangan kerap terjadi dalam aksi teror politik, seperti halnya kasus serangan teror bom surat yang terjadi di Spanyol beberapa waktu lalu. Target aksi teror tersebut ditujukan untuk Kedutaan Besar Ukraina dan ditujukan pula kepada Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sánchez.

Pada kasus serangan tersebut, hingga kini masih belum diketahui motif sesungguhnya. Namun, bertepatan setelah kasus serangan tersebut, PM Sánchez didesak untuk mundur oleh ribuan pengunjuk rasa yang merasa demokrasi Spanyol berada dalam bahaya.

Jadi, bisa saja kiriman serangan bom surat yang ditujukan oleh PM Sánchez sebagai bentuk ancaman yang dijadikan alat untuk menyuarakan ketidakadilan demokrasi. 

Mengacu pada Handbook of Terrorism Research oleh Alex P. Schmid, konsep teror pada studi politik dapat berubah tergantung situasi politik. Dengan kata lain, tren penggunaan aksi teror selalu mengalami perubahan seiring perkembangan konteks.

Kategori  ancaman dianggap sebagai ke dalam sifat teror. Pendekatan teror politik bisa digunakan dengan memberikan ancaman untuk memperoleh kekuasaan.

Oleh karena itu, aksi teror bisa dijadikan sebagai alat komunikasi yang memiliki maksud atau motif tertentu. Bisa juga, karena ada sesuatu yang ingin disampaikan.

Hmm,  namun, serangan ular yang dikirimkan kepada Wahidin bertepatan akan hadirnya Anies menjadi pertanyaan. Hmm, untuk siapakah serangan tersebut ditujukan ya kira-kira?

Secara, Anies Baswedan sudah mengantongi tiket untuk maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dari partai-partai politik pendukungnya. Hmm, mungkin nggak ya sekarang kapal yang sedang ditumpangi Anies dan Wahidin sedang merasakan kepanikan akan serangan ular dalam bentuk teror politik – layaknya suasana di film Snakes on a Plane? (S85)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

Dokter: Goodbye Jokowi?

“Seorang dokter menyembuhkan, dan alam yang menciptakan kesehatan.” Aristoteles PinterPolitik.com BPJS… Oh BPJS… Karena kehadiranmu ku tak perlu khawatir lagi jika tiba-tiba jatuh sakit. Iuran tidak...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

More Stories

Anas Urbaningrum: Anti-villain SBY?

Anas Urbaningrum telah bebas setelah jalani hukuman. Apakah Anas akan menjadi anti-villain setelah akhirnya bergabung ke PKN?

Sandiaga Akan Kembali ke Prabowo?

Sandiaga Uno telah pamit dari Partai Gerindra. Mungkinkah Sandiaga bertemu Prabowo Subianto kembali di masa depan?

Jokowi-Ganjar Makin Mesra?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengunggah momen kebersamaan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat duduk satu mobil ketika sedang kunjungan kerja ke Boyolali,...