Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Jokowi-Prabowo Maju 2024?

Jokowi-Prabowo Maju 2024?


A43 - Monday, December 21, 2020 17:30
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika berkunjung ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada tahun 2016 silam. (Foto: Setkab)

0 min read

“Mimpi adalah kunci” – Nidji, grup band asal Indonesia


PinterPolitik.com

Kutipan lirik di atas mungkin merupakan ungkapan yang telah banyak didengar. Gimana nggak? Lirik itu adalah kutipan dari lagu Nidji berjudul “Laskar Pelangi” yang merupakan soundtrack dari film yang berjudul sama.

Film Laskar Pelangi (2008) yang disutradarai oleh Riri Riza ini berhasil menarik perhatian banyak orang lho kala itu. Bahkan, film itu disebut telah didapuk menjadi salah satu film Indonesia yang berprestasi di panggung internasional.

Mungkin nih, film ini bisa meninggalkan kesan yang mendalam bagi para penontonnya karena pesan inspiratif yang didapat dari kisah petualangan Ikal, Lintang, Mahar, Harun, dan kawan-kawannya untuk terus bermimpi dan mengenyam pendidikan di situasi ekonomi yang sulit. Tentu, tidak ada yang salah dengan bermimpi untuk meraih kesuksesan.

Boleh jadi nih, upaya untuk bermimpi ini juga tengah dialami oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari. Soalnya nih, beberapa waktu lalu, Pak Qodari dalam sebuah webinar membeberkan sejumlah skenario politik yang ekstrem untuk tahun 2024 nanti.

Salah satu skenario itu adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju kembali dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 bersama Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden (cawapres). Wah, masa iya Pak Jokowi bisa maju lagi untuk ketiga kalinya tuh?

Baca Juga: Mengupas “Khayalan Besar” Jokowi

Bisakah Jokowi-Prabowo di 2024?

Katanya sih, Jokowi dan Prabowo ini dibutuhkan agar mimpi buruk yang terjadi pada Pilpres 2019 tidak terjadi lagi. Seperti yang kita ketahui, polarisasi politik benar-benar mengkhawatirkan lho pada tahun tersebut.

Kalau kata Pak Qodari sih, memang dibutuhkan amendemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945 terlebih dahulu sih – yang mungkin saja apabila partai-partai politik besar sepakat dengan desain politik demikian. Hmm, kan, udah jelas tuh di Pasal 7 disebutkan bahwa presiden petahana hanya bisa menjabat lagi satu kali periode.

Ya, terlepas dari skenario yang dibeberkan oleh Pak Qodari ini, pihak Istana sendiri udah menyampaikan kok kalau Pak Jokowi tetap tegak lurus dengan amanat UUD NRI 1945. Tahun lalu, Pak Presiden juga udah bilang kalau tidak mau jadi presiden untuk ketiga kalinya. Hmm, mungkin Pak Jokowi udah capek ya ngurusin kemauan partai-partai politik ya? Hehe.

Oh iya, apa mungkin Pak Qodari ini terinspirasi dari perkataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ya? Soalnya tuh, Pak Mahfud kemarin kan bilang kalau tidak ada yang salah dengan bermimpi dalam demokrasi. Hehe.

Ya, terlepas dari semua hal yang berkaitan dengan mimpi ini, jangan sampai lah wacana seperti ini dimunculkan hanya sekadar untuk mengalihkan topik-topik publik lainnya. Apalagi nih, situasi politik juga tengah ramai kan dengan kasus-kasus korupsi yang dilakukan sejumlah menteri. Hehe. (A43)

Baca Juga: Untung Jokowi Tak Suka Prank


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait