HomeCelotehJokowi Kena ‘Prank’ Gatot?

Jokowi Kena ‘Prank’ Gatot?

Kecil Besar

“Not only is a good prank harmless, but, like a good story, it reveals an essential truth that would otherwise be hidden” – Mac Barnett, penulis asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Siapa yang tidak kenal SpongeBob Squarepants? Hampir semua orang pasti pernah menonton aksi-aksi konyol sponge laut satu ini bersama teman-temannya di Bikini Bottom dalam seri kartun dengan judul yang sama, SpongeBob Squarepants.

Namun, ada salah satu episode yang mungkin sulit dilupakan. Dalam sebuah episode yang berjudul “Fools in April”, SpongeBob menyiapkan sejumlah prank (lelucon dengan trik) untuk tetangga sekaligus temannya, yakni Squidward Tentacles.

Menanggapi dirinya yang jatuh ke dalam prank tersebut, Squidward akhirnya juga menyiapkan prank lain untuk SpongeBob. Prank itu pun berhasil. Namun, respons sponge laut itu justru sedih ketika harus terjatuh ke dalam tong sampah akibat prank.

Mungkin, prank yang berujung kekecewaan ini bisa jadi juga tengah terjadi di dunia nyata, khususnya dalam dunia politik Indonesia. Asumsi prank politik ini datang dari seorang pengamat politik kondang yang bernama Rocky Gerung.

Ceritanya, Rocky nih mengomentari rencana pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan sejumlah tanda jasa Bintang Mahaputera kepada sejumlah mantan menteri dan pejabat. Salah satu nama penerima yang kerap dikabarkan oleh media adalah mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Alih-alih datang dan menerima tanda jasa tersebut, Pak Gatot malah tidak menunjukkan batang hidungnya lho. Kalau kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mantan Panglima TNI tersebut telah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi bahwa dirinya tidak hadir – meski tetap menerima pemberian tanda jasa tersebut.

Menanggapi kabar ini, Rocky sontak memuji langkah Gatot sebagai manuver politik yang cerdas. Apalagi nih, pengamat politik itu menilai bahwa masih ada aktivis-aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) – di mana Gatot juga berpartisipasi – yang masih ditahan oleh pihak berwajib.

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Selain itu, Rocky juga meminjam istilah yang disebutnya sebagai istilah internet, yakni prank. Wah, emang iya sih. Kan, banyak tuh influencer dan para YouTuber yang menggunakan prank sebagai konten mereka.

Hmm, apa mungkin nih ya Pak Gatot bakal ngasih prank lagi buat Pak Jokowi? Lagipula, Pak Jokowi kan suka tuh menyapa masyarakat melalui konten-konten YouTube. Ya, mungkin, siapa tahu masyarakat juga masih butuh ­“prank” berupa kritik dari Pak Gatot dan aktivis-aktivis KAMI lainnya? Hehe.

Kalau, Pak Gatot udah sukses memberikan prank ke Pak Jokowi dan jajaran pemerintahannya, kira-kira, siapa lagi ya yang bakal bisa nge-prank pemerintah? Menarik nih untuk ditunggu sosok prankster berikutnya. (A43)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?