HomeCelotehJokowi Jadi Seorang Avenger?

Jokowi Jadi Seorang Avenger?

Kecil Besar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapatkan julukan dari para mahasiswa. Kali ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pemerintahan Mahasiswa (PM) Universitas Udayana menjuluki Jokowi sebagai the Guardian of Oligarch dengan melakukan edit terhadap poster film ala Marvel Studios. Apa Jokowi sekarang seorang Avenger?


PinterPolitik.com

Siapa yang nggak tahu Avengers? Paling tidak, kalian pasti pernah mendengarnya. Yup, Avengers ini merupakan perkumpulan fiktif yang beranggotakan sejumlah para pahlawan super – mulai dari Iron Man, Captain America, Black Widow, dan sebagainya.

Seperti yang banyak diketahui orang, para Avengers ini merupakan tokoh-tokoh pahlawan super yang berasal dari komik-komik Marvel. Di sejumlah film terbarunya, para Avengers ini beraksi melawan satu musuh yang sangat kuat, yakni Thanos.

Alhasil, para Avengers ini bekerja sama dengan para pahlawan super lain yang sebelumnya belum pernah ditemui, seperti Dr. Strange hingga Guardians of Galaxy. Nah, dari anggota-anggota Guardians of Galaxy yang melindungi galaksi, ada satu anggota yang berasal dari Bumi. Namanya adalah Peter Quill alias Star-Lord.

Uniknya, akhir-akhir ini, muncul tuh sosok Star-Lord baru di Indonesia. Bahkan, sosok ini adalah salah satu pejabat tertinggi di Indonesia. Beliau adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kehadiran sosok ini terungkap setelah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pemerintahan Mahasiswa (PM) Universitas Udayana mengunggah sebuah poster bergambarkan Star-Lord dengan muka Presiden Jokowi. Uniknya lagi, di poster itu, dituliskan sebuah julukan untuk sang presiden, yakni “Guardian of the Oligarch”.

Wah wah, keren juga nih kalau ternyata ada anggota Avenger baru yang berasal dari Indonesia. Kan, biasanya tuh, para pahlawan super Marvel ini kalau nggak berasal dari Amerika Serikat (AS) ya dari Wakanda.

Baca juga :  Gibran "Ban Serep" yang Ngarep?

Baca Juga: Jokowi, Tiongkok, dan Bayangan Nazi

Menanti Pilot Jokowi

Eh, bukannya Pak Jokowi beberapa tahun lalu udah bergabung dengan Avengers ya? Kan, dalam salah satu pidato di forum internasional, Pak Jokowi udah pernah mengajak pemimpin-pemimpin dunia lainnya untuk melawan Thanos tuh.

Hmm, kalau gitu, sekarang siapa ya yang dilawan oleh Pak Jokowi sebagai Guardian of the Oligarch? Apakah Thanos baru kini berasal dari AS? Kan, Presiden AS Joe Biden berkali-kali bilang tuh bakal ngelawan siapa-siapa yang mengancam demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan gerakan anti-korupsi. Waduh, siap nggak tuh Pak Jokowi?

Ya, terlepas dari benar atau tidaknya ada Thanos baru yang menghantui Pak Jokowi, sebenarnya aksi para mahasiswa yang melontarkan kritik via meme seperti ini bisa jadi semacam gerakan ala Avengers tuh yang melawan pemerintahan yang kurang baik kinerjanya di mata masyarakat.

Gimana nggak mirip Avengers? Tiba-tiba, satu per satu BEM dari bermacam-macam perguruan tinggi membuat meme-meme yang sifatnya satire kepada Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat negara lainnya.

Hmm, masa iya nih semuanya pada latah aja nih? Soalnya tuh, setelah BEM Universitas Indonesia (UI) populer dengan meme King of Lip Service-nya, sejumlah BEM seperti BEM Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan BEM PM Udayana langsung ikutan membuahkan meme-meme baru.

Hmmtapi nih, kalau iya para mahasiswa ini bergerak bak Avengers, kira-kira Thanos-nya siapa ya? Masa iya Pak Jokowi yang jadi Thanos-nya? Mungkin, para mahasiswa perlu juga cari nih siapa sosok Thanos sebenarnya di balik kekacauan negeri ini tuhHayoo, siapa ya? Hehe. (A43)

Baca Juga: Di Mana Jokowi?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Baca juga :  The One-Man Band

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?