HomeCelotehJokowi Goyah Tanpa Moeldoko

Jokowi Goyah Tanpa Moeldoko

Kecil Besar

“Saya pikir zamannya Pak Jokowi itu, mungkin kita lihat lah, tidak mengeluarkan izin-izin baru”. – Moeldoko, KSP


PinterPolitik.com

Hutan. Dalam bahasa Inggris disebut forest. Akar katanya dari bahasa Prancis, forest atau fores. Ceritanya orang Inggris awalnya minjem kata itu untuk menyebutkan wilayah liar yang menjadi tempat orang-orang berburu.

Setidaknya ada 800 lebih definisi hutan yang digunakan di seluruh dunia. Tapi, mayoritas mengartikan hutan sebagai daerah yang banyak pohonnya. Inti definisinya adalah pohon.

Fungsi hutan sangat banyak. Selain sebagai habitat bagi banyak hewan dan tumbuhan, hutan juga jadi penopang ekosistem karena menyediakan sumber makanan, juga karena kemampuannya menopang peradaban. Orang bangun rumah pakai kayu yang diambil dari hutan.

Baca Juga: Di Balik Deportasi Kristen Gray

Kemudian, fungsi terbesar hutan juga terkait dengan oksigen yang dihasilkannya yang menjadi penopang semua makhluk hidup yang bernapas dan menggantungkan hidupnya pada ketersediaan gas tersebut.

Yang tidak kalah penting, hutan juga menjadi tempat resapan air yang membuat hujan jadi tidak berdampak buruk-buruk banget. Maksudnya banjir dan tanah longsor tidak terjadi dan berakibat buruk bagi katakanlah manusia yang berdiam di suatu wilayah tertentu.

Nah, ngomongin soal banjir ini lagi jadi pembahasan yang ramai dipergunjingkan beberapa hari terakhir, terutama terkait bencana yang terjadi di Kalimantan Selatan. Soalnya, sedang ada perbedaan pendapat antara pemerintah dengan para aktivis lingkungan.

Pemerintah bilang bencana itu akibat curah hujan yang sangat tinggi. Sementara para aktivis bilang bencana tersebut terjadi karena hilangnya wilayah hutan di sepanjang daerah aliran sungai akibat aktivitas perkebunan kelapa sawit dan juga pertambangan.

Wih, sadis nih kalau udah bicara sawit dan tambang.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?

Nah, pembelaan kemudian datang dari Kepala Staf Presiden, Moeldoko. Doi bahkan bilang sepanjang era kekuasaan Jokowi, pemerintah nggak pernah tuh mengeluarkan izin-izin pembukaan hutan.

Padahal, kalau ditelusuri, banyak juga loh izin yang dikeluarkan Pak Jokowi. Walhi misalnya menyebutkan bahwa ada 418.750 hektare hutan yang dialihkan untuk pembukaan usaha kelapa sawit terjadi di era Pak Jokowi. Bahkan, antara tahun 2016-2020 ada 592 unit Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan yang diterbitkan pemerintah.

Hmm, jadi berasa nih kalau Pak Moeldoko emang sedang berusaha membentengi Pak Jokowi. Tapi, wajar sih, soalnya doi adalah orang yang cukup penting dalam menopang kekuasaan sang presiden loh.

Sejak 2014 lalu pas masih jadi Panglima TNI, Moeldoko emang jadi alasan Pak Jokowi bisa punya kekuatan politik karena konteks kedekatannya dengan sosok Moeldoko yang berasal dari militer.

Wih, jadi makin menarik nih untuk ditunggu kelanjutannya terkait masalah hilangnya hutan Kalimantan ini. (S13)


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.