HomeCelotehJeritan Hati Tito-Idham

Jeritan Hati Tito-Idham

Kecil Besar

“I express myself better when I’m singing, so I always want to hold on to the music side.” – Tiffany Hwang, Lead Vocal Girls’ Generation


 PinterPolitik.com

Biasanya dalam suatu acara spesial, pasti ada acara nyanyi-nyanyi. Dimana ada mic disitu ada lagu yang melambangkan perasaan hati para insan. Contoh aja kalo ada nikahan, entah mempelai pengantin mempersembahkan lagu cinta untuk pasangannya atau mantannya malah nyanyi lagu-lagu sendu Adele. Bisa juga kalo lagi bahagia, nyanyi lagu-lagu up beat biar hati makin riang.

Acara karaoke publik penyampaian maksud hati ini pun tak pandang bulu. Bahkan pejabat negara sekelas Kapolri pun terjangkiti. Pada acara pisah sambut Kapolri lama dan baru, Tito Karnavian dan Idham Azis pun tak luput mencurahkan jeritan hati mereka bekerja sebagai Kapolri.

Idham Azis dalam acara tersebut berduet dengan penyanyi kawakan Ebiet G. Ade membawakan lagu Kembara Lintasan Panjang. Liriknya pun mencerminkan jeritan hati sang Kapolri baru.

Perjalanan yang tak pernah kuduga

menelusuri kemarau

melangkahi hari-hari gelap

mengais di bumi yang panas

Baris pertama lirik tersebut mungkin menggambarkan keterkejutan Idham Azis, bisa sampai pada jabatan Kapolri. Dan bisa jadi baris-baris selanjutnya menggambarkan pekerjaan rumah (PR) sang Kapolri baru yang membebani beliau.

Menghadapi kriminalitas, mulai dari maling ayam sampai transnational organized crime, mengusut berbagai kasus kejahatan yang tak kunjung tuntas seperti penyerangan terhadap Novel Baswedan mungkin bisa bikin seorang Kapolri sekalipun ingin bersenandung.

Itu tadi Kapolri baru, belum yang lama, Tito Karnavian. Beda perasaan beda pula pilihan lagu. Beliau membawakan tembang Walk Away oleh musikus Matt Monro.

Walk away, please go

Before you throw your life away

A life that I could share for just a day

We should have met some years ago

For your sake I say

Walk away, just go.

Dalam lirik itu Pak Tito mungkin aja merefleksikan masa-masanya menjabat sebagai Kapolri yang melelahkan. Tak lupa dia pun memberi selentingan peringatan yang tersirat dalam liriknya kepada Idham Azis bahwa jadi Kapolri itu hidupnya gak tenang.

Sungguh intens bentuk komunikasi diantara dua pejabat Polri itu. bagai dua orang yang terkungkung jabatan, komunikasi pun tidak bisa dilakukan dengan cara umum. Walau begitu Idham Azis tidak sendiri, karena walaupun Tito Karnavian sudah tidak jadi Kapolri, dia tetap punya banyak PR sebagai Mendagri. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...