HomeCelotehJanji Surga ala Ma’ruf Amin?

Janji Surga ala Ma’ruf Amin?

Kecil Besar

“Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang memeluk Islam terbanyak di dunia. Siapa yang berkata la ilaha illallah dakholal jannah masuk surga. Berarti penduduk surga itu kebanyakan bangsa Indonesia” – Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI


Pinterpolitik.com

Apa yang terbesit di benak kita jika mendengar kata surga? Kemungkinan besar yang menghampiri imajinasi kita, yaitu sebuah tempat yang penuh dengan kenikmatan yang melimpah dan abadi. Dan tentunya semua orang ingin sekali masuk ke tempat itu. 

Baru-baru ini, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin memberikan pernyataan bahwa kebanyakan penduduk atau penghuni surga adalah bangsa Indonesia. Meski  ini menjadi kabar gembira, tapi muncul pertanyaan, kok bisa sih orang Indonesia mayoritas penghuni surga? 

Dalam penjelasannya, Ma’ruf merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW tentang orang yang mengucapkan kalimat tauhid.  Nah, dari sini ia mengaitkan dengan banyaknya orang Indonesia yang memeluk agama Islam. 

Masuk akal sih, soalnya kan jumlah penduduk muslim terbanyak itu Indonesia. Otomatis nantinya secara kuantitas Indonesia punya peluang lebih banyak dibandingkan bangsa lain untuk masuk surga. Bisa aja nih Kyai Ma’ruf. Hehehe

Ngomongin soal surga jadi ingat nasehat salah satu ulama besar kita, yaitu almarhum Ahmad Syafii Maarif yang akrab disapa Buya Ma’arif, pernah mengungkapkan bahwa Indonesia seperti kepingan surga yang bisa berubah menjadi  kepingan neraka.

image 14
Surga Di-booking Bangsa Indonesia?

Hal semacam itu bisa terjadi, jika pemerintah tidak pernah melakukan perbaikan dalam pengelolaan negara. Ini adalah kritik Buya Syafii kepada pemerintah, bahwa pembenahan dari dalam tidak boleh berhenti, tidak boleh merasa puas dengan capaian yang ada. 

Dalam konteks yang lain, pernyataan tentang surga dari Ma’ruf dapat menimbulkan pertanyaan nyinyir dari warganet loh. Misal, kenapa ngomongin surga? Emang saat ini Indonesia seperti neraka, jadi butuh surga? Upss

Bisa jadi apa yang dihadapi Indonesia saat ini, seperti beratnya melakukan pemulihan usai pandemi kemudian juga imbas konflik Rusia-Ukraina, seolah memperlihatkan bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami situasi yang mirip dengan neraka. 

Dalam kondisi seperti ini, surga maupun janji  tentang surga menjadi begitu menarik untuk didengarkan. Meskipun, tidak sedikit juga orang yang apatis, bahwa janji surga bukanlah solusi yang relevan terhadap permasalahan nyata dalam realitas kehidupan kita. 

Dalam politik, janji surga semacam ini juga sering kita jumpai. Saking banyaknya janji surga yang kita dengar saat seorang tokoh atau partai tertentu berkampanye, membuat kita meremehkan, mengolok-olok dan tidak menganggap penting saat mengucapkan atau mendengar janji. 

Padahal janji begitu penting dalam tatanan sosial kehidupan kita. Bayangkan jika kata “janji” dibuang dari khazanah perbendaharaan bahasa kita, maka kita akan kehilangan cara untuk membina kepercayaan satu sama lain di luar  kontrak yang tertulis, berdasarkan hukum. 

Hmm, sampai di sini kita mulai memahami begitu penting makna dari sebuah janji. Dan sebenarnya masyarakat Indonesia tidak muluk-muluk menuntut ke surga kok, janji-janji pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng dan BBM (Bahan Bakar Minyak) terpenuhi, pasti mereka sudah merasa berada di surga loh. Hehehe. (I76)


Jika Singapura Dikuasai Indonesia
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...