HomeCelotehInikah Akhir Berkarya Tommy Soeharto?

Inikah Akhir Berkarya Tommy Soeharto?

“Berkhianat pada revolusi ini berarti berkhianat pada diri sendiri, pada publik yang membayarnya” – Pramoedya Ananta Toer, Penulis asal Indonesia


PinterPolitik.com

Gengs, mimin ceritain dulu kisah menarik tentang klan Targaryen dalam serial Game of Thrones yang nanti nyambung dengan bahasan tulisan. Targaryen ini sangat berkuasa di antara para klan lainnya – sampai turun-temurun mampu menguasai takhta Westeros.

Hingga suatu ketika, sampailah estafet kerajaan dipegang oleh turunan Targaryen bernama Aerys ‘Si Raja Gila’.

Disebut si raja gila karena memang hobinya benar-benar gila, yakni tega membakar hidup-hidup siapa saja yang berani menentangnya.

Tentu saja ini membuat klan-klan lain marah. Toh, apalagi, ada kejadian saat salah satu keluarga kerajaan dianggap membawa kabur adik pemuka klan yang berasal dari Utara.

Tidak berselang lama, terjadilah pemberontakan dan kudeta yang dilakukan oleh tiga klan, yakni Stark, Baratheon, dan Lannister terhadap kegilaan ‘Si Raja Gila’. Aerys pun digorok, dan praksis, klan Targaryen terdepak dari kursi empuk kekuasaan.

Apakah ceritanya selesai? Belum, cuy, karena kegilaan juga bakal ditunjukkan oleh salah satu keturunan Aerys bernama Daenerys Targaryen. Karena Daenerys ini membawa misi dan ambisi klan yang merasa berhak menduduki kembali kerajaan Westeros, maka ia pun tidak segan-segan melakukan apa saja, bahkan membakar musuh-musuhnya.

Sampai suatu saat, ketika Daenerys merasa jaya, dan hampir memenangkan semuanya, dia dibunuh oleh orang yang sangat ia kasihi, yakni Jon Snow. Sedihnya lagi, ternyata Jon Snow ini merupakan keluarga dari Daenerys, cuy, yang memiliki nama asli Aegon Targaryen. Dengan berlinang air mata Jon Snow mengaku terpaksa membunuh Daenerys sebab tidak ingin kegilaan demi kegilaan muncul.

- Advertisement -

Ya, wajar saja sih Jon Snow berpikir begitu. Secara, dia pernah dirawat oleh Stark – salah satu klan yang mendukung kudeta Targaryen – yang memberikan banyak pelajaran betapa ambisi menguasai yang tidak ditopang kemanusiaan tidaklah dibenarkan, siapa pun penguasanya. Begitulah sekelumit ceritanya, gengs.

Nah, sekarang, apa korelasinya dengan Partai Berkarya? Jawabnya yakni pada dua aspek, kejayaan masa lalu dan kudeta dari dalam.

Benar kan, cuy? Secara, Partai Berkarya ini sengaja didirikan oleh Tommy Soeharto untuk kembali menghidupkan warisan bapaknya, yakni Soeharto – presiden yang sering terpampang di belakang truk sambil dituliskan kalimat,“Penak Jamanku, toh?”

Ya, wajar saja sih kalau seorang anak ingin mengulang kejayaan si bapak. Itu mirip seperti Daenerys yang menghendaki kembalinya kekuasaan Targaryen.

Sayangnya, nasib keduanya lha kok sepertinya mirip-mirip juga, cuy. Baik Daenerys maupun Tommy sama-sama disingkirkan oleh keluarga sendiri. Adalah teman sesama partai bernama Muchdi Purwoprandjono (Muchdi PR) orang yang berhasil menggeser posisi Tommy pada acara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar oleh Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B).

Serunya nih, kayak cerita-cerita kolosal, sempat di Munaslub ada serangan dari sekelompok orang yang mengatasnamakan pengawal Tommy. Tapi, ya, segarang apa pun kelompok yang mengaku mendukung Tommy itu, kalau palu sudah diketok, dan hadirin menyetujui, doi bisa apa selain meratapi nasib? Upps.

Mimin jadi miris melihat nasib Tommy sekarang. Sudah berusaha mengumpulkan pecahan-pecahan yang hilang di era Orde Baru, eh, malah terpinggirkan dari panggung politik. Tidak hanya posisi, tapi juga ide besarnya pun ikut terpinggirkan, cuy.

- Advertisement -

Lhawong keinginan agar Partai Berkarya tetap pada jalur oposisi saja diabaikan kok oleh Muchdi yang memilih untuk berkoalisi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wah, apakah ini akhir karier pemilik nama asli Hutomo Mandala Putra itu? Kita tunggu langkah politik Mas Tomy saja ya, cuy. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Perempuan Kuat Ala Khofifah?
spot_img

#Trending Article

Jokowi Isyaratkan Lawan Megawati?

Tangkapan kamera formasi iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama tujuh ketua umum partai politik dianggap merepresentasi terbentuknya poros koalisi menghadapi kontestasi politik 2024. Lantas,...

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

Kok Jokowi Marah-Marah?

Lagi-lagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur pejabat  kementerian dan pemerintahan daerah soal prioritas belanja. Jokowi menilai belanja produk luar masih lebih tinggi dibandingkan produk...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...