HomeCelotehHabib Rizieq ‘Muncul’ Bak Pahlawan?

Habib Rizieq ‘Muncul’ Bak Pahlawan?

Kecil Besar

“A true hero always arrives late” – Naruto Uzumaki


PinterPolitik.com

Akhirnya, tanggal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat Indonesia sudah mulai terlihat, yakni tanggal 10 November 2020. Gimana nggak? Setelah tujuh kali – kalau tidak salah – mengabarkan akan pulang, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab membocorkan kabar akan kepulangannya dari Arab Saudi.

Kepulangan beliau ini pun menuai banyak sambutan lho. FPI sendiri, misalnya, bakal menyiapkan sejumlah kegiatan guna menyambut sang Imam di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, nanti.

Tapinggak hanya FPI lho yang bersiap-siap dengan kabar kepulangan Habib Rizieq ini. Kepolisan Negara Republik Indonesia (Polri) pun juga tengah bersiap, yakni dengan “mengintip” kembali kasus-kasus yang dianggap pernah menjerat pemimpin FPI tersebut.

Ya, terlepas dari perbedaan cara merespons kepulangan ini, nggak bisa dipungkiri kalau kepulangan Habib Rizieq ini terbilang unik. Gimana nggak? Kepulangan beliau bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan dan rencana aksi buruh yang m

enolak Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) lho.

Wah, apa mungkin ya kepulangan Habib Rizieq ini sengaja dilakukan pada momen-momen krusial dalam perpolitikan Indonesia? Lagipula, masyarakat Indonesia pun tahu kalau situasi politik sekarang lagi penuh kontroversi dan polemik – khususnya UU Ciptaker yang beberapa waktu lalu baru saja diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hmm, apa jangan-jangan kepulangan Habib Rizieq ini dijalankan bak seorang pahlawan ya? Para penggemar franchise anime Naruto pasti tahu kebiasaan bocah dengan kyubi dalam dirinya itu, yakni datang terlambat. Katanya sih, pahlawan itu datangnya tiba-tiba dan selalu terlambat.

Wah, mungkin nggak ya Habib Rizieq ini jadi pahlawan bagi Indonesia di tengah situasi sosio-politik yang memanas. Kan, beberapa waktu lalu, beliau dan FPI sempat tuh menggaungkan revolusi akhlak.

Kalau di anime Naruto sih, Naruto akhirnya juga datang terlambat lho ketika Desa Konoha dihancurkan oleh Pain. Itu sih karena dia berlatih terlebih dahulu dengan gurunya. Apakah mungkin Habib Rizieq selama ini juga ‘berlatih’ ya di Arab Saudi?

Lagipula, kepulangan tokoh berpengaruh seperti ini juga pernah terjadi lho dalam sejarah. Salah satunya terjadi pada Revolusi Iran 1979. Kala itu, pemimpin revolusi, Ayatollah Khomeini, juga baru kembali dari suaka politik lho.

Alhasil, dengan kehadiran Khomeini dan pergerakan revolusi, rezim Mohammad Reza Shah Pahlavi di Iran dapat berakhir lho. Ini menandai perubahan politik terbesar dalam sejarah Iran. Bahkan, negara Timur Tengah yang awalnya dekat dengan Amerika Serikat (AS) ini berubah 180 derajat dan mengambil sikap anti terhadap negara adidaya tersebut.

Hmm, mungkin nggak ya kepulangan Rizieq ini bakal berakhir seperti kepulangan Khomeini kala Revolusi Iran 1979. Kalau kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, kejadian di Iran itu nggak bakal terulang sih. Ya, mari kita nantikan dan amati saja lah. Hehe. (A43)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

“Karakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyata”. – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?