HomeCelotehGibran Ingin Jadi Presiden Berikutnya?

Gibran Ingin Jadi Presiden Berikutnya?

Kecil Besar

“Saya tadi sangat setuju dengan apa yang disampaikan Pak Zul tadi. Untuk membangun sebuah negara, yang ini saya mulai dari Solo dulu, saya yakin tidak bisa melibatkan satu pihak saja”. – Gibran Rakabuming Raka


PinterPolitik.com

Nama putra pertama Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, memang beberapa waktu terakhir menjadi salah satu sosok yang paling disorot. Maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo, Gibran akhirnya mendapatkan dukungan dari hampir semua partai politik yang ada.

Yang terbaru, PAN juga ikut memberikan dukungan pada pemilik usaha katering ini. Dalam pertemuan dengan Gibran, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa langkah Gibran bisa menjadi awal karier politik dirinya untuk menjadi seperti Bung Karno maupun ayahnya, Presiden Jokowi.

Zulkifli bahkan menyebut dirinya akan menjadi mentor politik Gibran.

Wih, manuver yang luar biasa nih dari PAN. Berharap dapat jatah kursi menteri karena dukung anak presiden apa gimana nih Pak Zul? Uppps.

Well, terlepas dari hal tersebut, yang jelas jika Gibran memang berniat untuk menuju ke jalur politik yang lebih tinggi, langkah awal dengan ikut Pilwalkot Solo ini memang bisa dibilang tepat. Dia bisa mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh Jokowi.

Walaupun demikian, masih terlalu dini nggak sih pembicaraan buat jadi presiden dan sejenisnya? Bukannya gimana-gimana ya, jadi Wali Kota Solo aja belum loh. Kan Pilwalkotnya belum terjadi. Berasa cita-cita Gibran ini terlalu Anggun yang “melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi”. Uppps, Anggun C. Sasmi maksudnya ya. Hehehe.

Yang jelas, dari narasi ini sebetulnya yang paling kentara adalah manuver politik PAN sih. Soalnya dengan menyebut diri sebagai mentor politik Gibran, Pak Zul kayak ingin bilang ke Pak Jokowi: “Mentor anakmu mosok nggak dikasih kursi menteri barang satu gitu, Pak?”

Baca juga :  Verrell, Esetetika Kuasa dan Fatamorgana?

Pendekatan model kayak gini bisa efektif loh. Ibaratnya pas lagi mau ngedeketin cewek, yang dilakukan adalah deketin adiknya atau ibunya atau ayahnya dulu. Biar lancar jaya. Kalau sudah didukung sama orang-orang terdekat kan bisa jadi makin mudah langkahnya. Uppps.

Gibran nanti bisa aja malah yang bakal bilang ke ayahnya: “Pak, mbok Pak Zul dikasih kursi menteri apa gitu kek, mentorku loh iku pak”. Hehehe.

Well, inilah politik. Makin menarik nih ceritanya, yuk ditunggu kelanjutannya. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

Keluarga Fahri ‘Terlatih’?

“Dengan modal keberanian dan teror saja, tak banyak yang bisa dicapai dalam kehidupan modern begini.” ~ Pramoedya Ananta Toer PinterPolitik.com Sempat disebut sebagai politikus independen, Wakil...

More Stories

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Iron Cage Menteri PU

Menteri PU Dody Hanggodo mengungkap pengalaman mengejutkan: ia "dipelonco" birokrasinya sendiri. Draft keputusan disodorkan sore hari saat ia kelelahan, pejabat "untouchable" mengabaikan instruksi, bahkan ASN muda pun berani menghina program prioritas presiden. Di kementerian dengan anggaran Rp118,5 triliun, “rayap” tidak takut pada menterinya.