HomeCelotehGanjar Adalah Jokowi KW?

Ganjar Adalah Jokowi KW?

Kecil Besar

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu mengunggah sebuah video fly-over Ganefo di Mranggen, Demak, Jateng, yang direkam menggunakan drone. Apakah ini menunjukkan bahwa Ganjar adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) versi KW?


PinterPolitik.com

“Next minute, they get their style from Migos or they copy Drake” – Eminem, “Fall” (2018)

Di sebuah lagu berjudul “Fall” dalam album Kamikaze (2018), penyanyi rap (rapper) terkenal bernama Eminem mengomentari sebuah fenomena yang ramai di dunia rap Amerika Serikat (AS). Fenomena itu adalah bagaimana banyak rapper terdengar sama atau mirip di antara satu sama lain.

Guna menggambarkan hal itu, Eminem pun mencontohkan bagaimana para rappers meniru gaya yang sedang populer – entah itu dari grup rap bernama Migos atau dari rapper yang sangat populer seperti Drake.

Wajar sih apabila banyak rappers akhirnya meniru dua nama tersebut. Gimana nggak? Style mereka dalam rapping memang sedang digandrungi oleh banyak penggemar musik hip-hop – entah itu triplet flow ala Migos atau rap melodis ala Drake.

Upaya meniru yang sedang populer seperti ini nggak hanya terjadi di dunia musik rap, melainkan juga eksis di dunia-dunia kreatif lainnya. Nggak jarang, para content creators atau influencers juga meniru gaya satu sama lain. 

Content creator bernama Bayu Skak yang populer di Indonesia, misalnya, dulunya disebut meniru content creator lainnya di AS, yakni Ryan Higa. Upaya meniru ini bahkan terjadi sampai pada tingkat konsep dan script-nya – hanya saja diubah ke dalam Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia.

Nah, hal yang sama juga tampaknya terjadi di dunia politik. Beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengunggah sebuah video yang menampilkan fly-over Ganefo di Mranggen, Demak, Jateng, ke akun Instagram miliknya.

Baca juga :  Gibran "Ban Serep" yang Ngarep?

Video itu tampak direkam menggunakan drone dengan menampakkan fly-over tersebut dari udara. Hmm, sepintas, konten video ini terlihat bagus-bagus saja – mengingat infrastruktur tersebut juga bakal digunakan oleh masyarakat Jateng.

Ganjar Buat Rumah Diam-diam

Namun, gaya merekam ini mengingatkan kita dengan kebiasaan politikus lain. Siapa lagi kalau bukan Presiden Joko Widodo (Jokowi)? 

Seperti yang kita ketahui, setiap sebuah proyek infrastruktur selesai, Pak Jokowi selalu tidak absen untuk mengunggah penampakan megah proyek tersebut ke akun Instagram miliknya. Ini dilakukan saat Pak Presiden meresmikan jembatan gantung sepanjang 200 kilometer (km) yang menghubungkan Pulau Fair dan Pulau Kei Kecil di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku.

Hmm, fenomena tiru-meniru dalam politik ini bukanlah hal baru kok. Di AS, misalnya, Joe Biden pernah menyalin gaya dan teks pidato mantan pemimpin Partai Buruh Britania (Inggris) Raya saat Biden menjabat sebagai Senator Delaware pada tahun 1987.

Ya, mungkin, dengan menyamakan diri dengan politisi lain, politisi tersebut akhirnya merasa memiliki kesesuaian dengan politisi yang ditiru. Dengan kesesuaian itu, boleh jadi ia akan mendapatkan dukungan – entah dari politisi yang ditiru atau malah pendukungnya sekaligus.

Nah, fenomena political copycat begini bisa jadi terjadi melalui warisan politik dari politisi yang ditiru. Mengacu pada tulisan Christian Fong, Neil Malhotra, dan Yotam Margalit yang berjudul Political Legacies: Understanding Their Significance to Contemporary Political Debates, warisan politik bisa menjadi nilai yang akhirnya diteruskan oleh politisi lain dengan tetap memunculkan hal tersebut dalam diskursus politik.

Ya, nggak apa-apa sih kalau Pak Ganjar pengen meniru Pak Jokowi. Tapi nih, Pak, seperti kata Eminem di awal tulisan, bakal banyak tuh yang meniru gaya atau style dari mereka yang sudah amat populer. 

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Alhasil, saingannya Pak Ganjar juga bakal banyak lho – apalagi kalau ada saingan yang justru semakin terlihat distinct dan malah makin tampak di mata publik. Hayo, siapa tuh kira-kira, Pak? Hehe. (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?