HomeCelotehErick Thohir Tak Suka “Kemewahan”?

Erick Thohir Tak Suka “Kemewahan”?

Kecil Besar

“The corruption of the best things gives rise to the worst.” – David Hume, Scottish Philosopher


 PinterPolitik.com

Erick Thohir, Menteri BUMN yang baru saat ini terlihat sedang sibuk beres-beres segudang masalah di instansi pelat merah tersebut. Erick pun menginisiasi reformasi birokrasi dengan merampingkan Kementerian BUMN, dimulai dengan memangkas jabatan eselon I.

Pemangkasan struktur internal ini pun dinilai rekan sejawat Erick, Tjahjo Kumolo MenPANRB akan memuluskan proses birokrasi di BUMN. Reformasi internal dalam badan pemerintah ini pun perlu dicontoh karena sejalan dengan visi Jokowi buat menyederhanakan birokrasi.

Selain perampingan tubuh BUMN, Erick pun mengimbau kepada para pejabat BUMN untuk tak hidup mewah. Imbauan Erick untuk hidup lebih membumi ini terdiri dari dua poin utama.

Pertama, bagi pejabat BUMN jangan kebanyakan makan di restoran mahal. Pasalnya Erick sempat melontarkan pernyataan keras ketika ketemu pimpinan BUMN di restoran mewah sementara instansinya krisis keuangan.

Selain makanan mewah, Erick juga mengimbau bawahannya untuk gak pelesiran pas kerja. Kerja ya kerja, pelesiran mah ntar kalo liburan itu pun pake duit sendiri jangan duit negara dihambur-hamburkan untuk kesenangan pribadi.

Tentu saja Erick marah dan bilang akhlak mereka tercela melihat kondisi itu. Masa sih, ada petinggi BUMN yang keuangan perusahaannya bermasalah, tapi masih hidup seperti itu.

Imbauan Erick itu mungkin aja punya niat yang baik. Meski demikian, kayaknya yang harus diurusi itu masalah yang berpengaruh ke publik, ketimbang masalah pribadi para petinggi perusahaan pelat merah. Ketimbang hanya mengimbau mereka tak hidup mewah, Pak Erick idealnya menyoroti perkara korupsi di lingkar BUMN. Soalnya, korupsi ini sering kali jadi pemicu orang ingin tampil serba mewah.

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

Banyak Direktur BUMN yang kesandung kasus korupsi. Sebut aja Dirut PT Jasindo Budi Tjahjono, Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro, Dirut PT PLN Sofyan Basir, Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam, Dirut Perindo Risyanto Suanda dan Dirut INTI Darman Manggapara.

Dan lagi imbauan untuk hidup sederhana bagi pejabat negara itu udah lama digaungkan sejak zaman kemerdekaan, ya tapi gak berpengaruh. Mending Pak Erick melengkapi itu dengan merancang sistem yang lebih akuntabel dan transparan untuk melacak kinerja pejabat BUMN. Dan yang paling penting jangan lupa fokus pada pemberantasan korupsi yang laten di BUMN. (M52)

 

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...