HomeCelotehDi Balik Reuni Anies-AHY

Di Balik Reuni Anies-AHY

Kecil Besar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima kunjungan dari Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2021. Ada apa di balik “reuni” dua peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 lalu ini?


PinterPolitik.com

Siapa sih yang nggak kangen dengan masa-masa sekolah dulu? Mimin aja merasa rindu banget deh dengan suasana dan teman-teman dulu di zaman SMA. Bahkan nih, peristiwa-peristiwa kocak zaman-zaman itu masih teringat jelas di memori mimin meskipun sudah bertahun-tahun dilalui.

Perasaan kangen mimin dengan suasana zaman sekolah dulu ini semakin terasa di tengah pandemi Covid-19 ini. Lhagimana nggak? Sudah susah ketemu dengan teman-teman, larangan mudik pun juga diberlakukan tuh oleh pemerintah.

Hmm, bukan berarti mimin nggak setuju dengan kebijakan larangan mudik ya. Mimin sepakat kok agar penularan Covid-19 tidak terjadi dan dapat dicegah. Tapimimin kangen aja gitu lho dengan suasana kampung halaman. Huhu.

Ya, mungkin nih, bila tidak mudik, mimin bisa nih ngajak teman-teman sekolah mimin untuk mengadakan silaturahmi virtual. Kan, sesuai anjuran pemerintah, ada tuh istilah mudik online. Mungkin, jadinya namanya adalah reuni online tuhHehe.

Eitstapi, reuni-reuni semacam ini ternyata juga bisa lho dilakukan dengan bertemu langsung – ya meskipun harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan tepat. Salah satu reuni yang terjadi beberapa waktu lalu adalah reuni antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca Juga: Pasangan Anies-AHY Cocok di 2024

AHY Ketemu PKS Oposisi

Reuni kali ini terlaksana di Balai Kota DKI Jakarta. Katanya sih, ini semacam pertemuan reuni yang menguatkan persahabatan Pak Anies dan Mas AHY meskipun keduanya dulu saling bersaing di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Selain itu, Pak Anies dan Mas AHY ini juga saling berbagia pujian atas pengalaman yang dilalui masing-masing. Soal Pak Anies, misalnya, kini telah menjadi salah satu kepala daerah di Indonesia yang paling populer. Sementara, Mas AHY baru saja membuat partainya semakin solid meskipun baru saja dihempas isu kudeta partai politik.

Ya, emang sih. Reuni bertemu dengan teman-teman lama seperti ini kerap menjadi ajang pamer kesuksesan dan keberhasilan. Bahkan nih, terkadang, mereka-mereka yang nggak hadir sering kali adalah mereka yang less successful dalam kariernya tuh.

Eh, iya ya. Kalau ini reuni peserta Pilkada DKI Jakarta 2017, Pak Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ke mana ya? Kok nggak diajak sekalian buat ketemuan? Apa Pak Ahok menjadi satu teman yang nggak datang karena less successful ya?

Kalau dilihat-lihat, kan, Pak Anies dan Mas AHY ini menjadi dua politisi yang berpotensi untuk maju menjadi calon presiden (capres) pada tahun 2024 mendatang? Hmm, kalau Pak Ahok, kabarnya gimana ya? Apa masih bisa maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024? Uppss. (A43)

Baca Juga: AHY-Anies Menuju Pilpres 2024?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?