HomeCelotehDi Balik Bantuan Ganjar vs Puan

Di Balik Bantuan Ganjar vs Puan

Kecil Besar

Bantuan dan hadiah yang diberikan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo kepada Ketua PAC PDIP Temanggung Fajar Nugroho dipersoalkan dan akan dikembalikan oleh Fajar. Ada persoalan apa sebenarnya di balik polemik dan kontroversi bantuan Ganjar ini?


PinterPolitik.com

Hari apa lagi yang pantas dirayakan kalau bukan hari ulang tahun (HUT)? Setidaknya, hari inilah yang diperingati oleh Perkumpulan Dewan Insan Pemberi (PDIP) yang berdiri di negeri Nusantara dalam alternate universe Bumi-45.

Organisasi yang bertujuan untuk membagi-bagikan bantuan ini kini telah menyentuh tahun ke-49 – atau mungkin tahun ke-23-nya (tergantung versi cerita sejarah pendirian yang mana yang digunakan). Terlepas dari kapan sebenarnya tanggal ulang tahunnya, PDIP telah lama hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu anggotanya adalah Puwan Maharini. Ia selalu berusaha untuk memberikan apa yang dia bisa. Salah satu pemberiannya adalah beras yang jumlah berkarung-karung – dengan foto dirinya di karung-karung itu.

Tidak hanya Puwan, ada juga Jakawi yang juga menjabat sebagai presiden di Nusantara. Banyak juga bantuan sembilan bahan pokok (sembako) yang disalurkan dalam tas-tas yang bertuliskan “Bantuan Presiden”.

Selain Puwan dan Jakawi, yang terakhir ada juga Kak Ganjar. Kak Ganjar ini memberikan banyak bantuan kepada seorang warga yang bernama Fajar berupa sembako, mainan untuk anak-anaknya, dan sejumlah peralatan rumah tangga lainnya.

Dengan kegemaran yang sama ini, Kak Ganjar, Jakawi, dan Puwan akhirnya berbincang-bincang. Mereka pun saling membahas pengalaman mereka saat memberikan bantuan-bantuan, khususnya sembako.


Jakawi: Selamat pagi, Mas Ganjar dan Mbak Puwan. Apa kabar semuanya?

Puwan: Alhamdulillah, saya baik-baik aja, Pak Jaka.

Kak Ganjar: Alhamdulillah, kula baik-baik saja, Pak. Bapak ingat kapan terakhir kali kita bertemu?

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Jakawi: YNTKTS.

Kak Ganjar: Wah, Pak Jaka nggak ingat ya? Itu lho, waktu kita ngelakuin hobi kita bersama, yakni berbagai. Ingat nggak pas itu Pak Jakawi lempar-lempar kaos dari dalam mobil sama saya?

Jakawi: Oh, iya. Iya. Ingat saya. Maklum, sibuk sekali saya jadi presiden. Apalagi, habis ini saya harus siap-siap G20.

Puwan: Iya itu. Saya juga kemarin sempat sibuk ngurusin P20. Saya sampai upload foto juga di Instant-gram saya.


Baca Juga: Ganjar Mau Saingi Deddy Corbuzier?

Bantuan Ganjar Kok Dikembalikan

Kak Ganjar: Oh iya, saya sempat lihat, tapi saya lupa udah saya like atau belum.

Puwan: Di-like dong. Masa nggak di-like sih? Kan, mewakili negara juga di panggung internasional.

Jakawi: Wah, Mbak Puwan ini ternyata suka foto-foto ya. Sampai-sampai, pas bagi-bagi beras dan sembako kemarin, ada fotonya Mbak Puwan di karung berasnya.

Kak Ganjar: Iya lah, wong di banyak sudut jalanan juga banyak fotonya Mbak Puwan.

Puwan: Kan, itu melambangkan saya hadir di tengah-tengah masyarakat.

Jakawi: Saya juga hadir di tengah masyarakat. Malah langsung saya antarkan paket berasnya ke rumah warga, dari pintu ke pintu.

Kak Ganjar: Saya juga kemarin ikut ngantarkan bantuan. Malahan, saya sempat ngobrol-ngobrol sama ngasih sejumlah mainan untuk anak-anak warga. Saya juga berencana untuk melakukan renovasi rumah mereka.

Percakapan antara Puwan, Kak Ganjar, dan Jakawi akhirnya berujung pada adu keren dalam memberikan bantuan untuk warga. Mendengar ini, seseorang perempuan langsung menghampiri mereka.

Mamah Dedeh: Heh! Astaghfirullah, ini nape lu-lu pada malah pamer heboh nggaknya sedekah kalian? 

Kak GanjarNuwun sewu, Mah. Nuwun pangapunten.

Mamah Dedeh: Ngomong apa luGue kagak ngerti. Ngomong pakai bahasa yang gue ngerti.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Puwan: Mamah Dedeh, curhat dong.

Mamah Dedeh: Nggak ah. Ntar yang ade mikrofon gue yang dimatiin.


Akhirnya, Mamah Dedeh pun memberikan wejangan kepada mereka bertiga soal bagaimana sedekah yang baik. Seperti yang orang-orang bilang, dalam bersedekah, tangan kanan yang memberi dan – seharusnya – tangan kiri tidak mengetahui.

Akankah para pemberi sedekah di negeri Nusantara ini sadar bahwa sedekah yang baik adalah yang demikian? Selama ada maksud di balik pemberian sembako kepada masyarakat, semakin sulit juga kesadaran itu muncul. Bukan begitu? (A43)

Baca Juga: Mengapa PDIP Usung Ganjar di DKI?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?