HomeCelotehDemo Ciptaker: Anies vs Nadiem

Demo Ciptaker: Anies vs Nadiem

Kecil Besar

The teacher is the one who gets the most out of lessons, and the true teacher is the learner” – Albert Hubbart, penulis asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Gengs, seorang kapten dalam sepak bola yang baik pasti memiliki tanggung jawab yang tinggi. Bahkan, kendati ia sudah nggak menjabat sebagai kapten – entah karena pensiun atau pindah klub – ia tetap akan memberi arahan yang baik kepada penerusnya. Itu bisa kalian temukan di jagat persepakbolaan mana pun.

Coba kalian amati saat Totti pensiun duluan di AS Roma. Ia nggak sungkan lho memberi masukan ke Daniel de Rossi meski keduanya nggak terpaut jauh secara usia pun sama-sama satu gerbong akademi.

Ya, memang nggak mudah sih mengarahkan kapten baru. Apalagi, kalau si kapten yang baru memiliki sifat temperamen. Kalau nggak bertaring, bisa-bisa arahan dari kapten lama dianggap angin lalu saja.

Untung deh Totti sangat dingin dan rasional, serta punya wibawa bagus dan massa besar sehingga nggak ada pilihan lain bagi de Rossi selain patuh dan belajar darinya. Walhasil, de Rossi yang sempat diragukan oleh Presiden AS Roma karena temperamennya itu pun semakin bijak mengolah emosi sehingga ia berhasil menjadi panutan para pemain yang beraneka ragam. Kini, keduanya berhasil menjadi legenda yang akan selalu diingat oleh pendukung tim dari ibu kota Italia tersebut.

Nah, sebagaimana Totti dan de Rossi bertukar pikiran tentang cara mengelola tim yang bijak dan benar, kayaknya hal begitu pantas dipakai untuk membaca hubungan Anies Baswedan dan Nadiem Makarim.

Pak Anies kan dulu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) saat awal periode pertama pemerintahan Joko Widodo sebelum ia menjadi Gubernur DKI Jakarta. Tentu punya segudang pengalaman dan pandangan yang baik terkait dunia pendidikan. Sementara, Mas Nadiem yang kini memegang kendali Mendikbud tampaknya masih agak kebingungan menyikapi dinamika bangku sekolah.

Baca juga :  Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Buktinya tuh kemarin saat dihadapkan dengan kasus pelajar yang turut serta demonstrasi. Mas Nadiem terang-terangan melarang toh. Tentu saja, ia sudah menyiapkan sanksi berat seperti yang digaungkan sejumlah Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan.

Nah, berbeda dengan Mas Nadiem, Pak Anies justru memilih untuk memberi toleransi kepada pelajar. Kata Pak Anies, pelajar yang seperti itu kan menggambarkan kondisi pendidikan kita toh. Seharusnya, kalau dinilai pelajar yang demonstrasi itu keliru, ya berarti mesti dikasih pendidikan lebih. Bukannya malah dikeluarkan.

Lha wong mereka tuh jadi pelajar supaya bisa menemukan kebaikan. Kok malah mau diberhentikan proses perjalanannya?

Benar juga sih apa yang dikatakan Pak Anies. Secara ,mereka masih anak-anak. Jadi, nggak bisa dihukum layaknya orang dewasa. Mesti ada pendekatan yang berbeda.

Cuy, kok mimin jadi terharu ya sama komentarnya Pak Anies? Ini kalau serius keluar dari lubuk hati paling dalam, mestinya Mas Nadiem tersentuh lah ya. Bagaimana pun juga, jiwa Mendikbud lama – meski sudah nggak menyandangnya – masih menempel. Artinya, bisa dong Mendikbud baru belajar banyak darinya.

Namun, ngomong-ngomong, secara politik, statement Pak Anies semakin ke sini kok sering tepat dengan momen tertentu ya. Apa jangan-jangan ini menjadi momentum buat menaiki tangga menuju 2024 yang semakin kokoh ya, cuyHehe. (F46)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...