HomeCelotehCorona, Maukah Terawan Sumbang Gaji?

Corona, Maukah Terawan Sumbang Gaji?

Kecil Besar

“Donate a million to some children. that’s just how I’m feeling” – Drake, penyanyi rap asal Kanada


PinterPolitik.com

Gengs, sadar gak sih? Ketika dunia ini menghadapi pademi Corona seperti sekarang, kita menemukan faktar-fakta yang mencengangkan. Hayo, coba tebak, apa tuh fakta yang mencengangkan?

Eits, jangan negative thinking dulu dong. Meski banyak juga fakta negatif – seperti Donald Trump yang malah menyebut virus ini sebagai Chinese virus, kali ini fakta yang akan kita kasih tahu positif banget loh.

Jadi, ceritanya begini cuy. Karena pademi Corona yang tidak berkesudahan ini, tidak sedikit pejabat publik di luar sana menyumbangkan sebagian gajinya untuk penanganan COVID-19 ini.

Di Korea Selatan misalnya, pejabat publik di tataran eksekutif sepakat mendonasikan gajinya sebesar 30 persen selama empat bulan untuk penanganan Corona. Hmmm, banyak juga ya, gengs.

Kalau pejabat di Indonesia bagaimana ya, cuy? Mau gak ya mereka mendonasikan sebagian gajinya untuk kepentingan masyarakat Indonesia?

Hmm, susah sih jawabnya, dana sebesar Rp 62 triliun yang dialokasikan oleh Menteri Keuangan tidak dikorupsi aja udah bersyukur banget ya gengs kita sebagai warga negara +62. Eeeh, warga Indonesia. Hehehe.

Tapi pertanyaan itu emang berat banget sih cuy, gak berani jawab deh kalau pertanyaannya seperti ini. Kalau kata Dilan nih, “Milea jangan dijawab, pertanyaannya berat biar Menteri Kesehatan saja”. Upsss, mungkin kita bisa tanya ke Menteri Kesehatan nih. Hehehe.

Gimana nih. Pak Terawan? Bapak setuju gak kalau gajinya dipotong 50 persen untuk disedekahkan ke masyarakat Indonesia? Kan bapak sebagai pejabat publik yang mempunyai otoritas juga dalam penanganan wabah Corona.

Kelihatannya sih masyarakat  Indonesia sangat menerima dengan senang hati kok. Kalau bahasa Jawanya sih kita gak muluk-muluk alias gak berharap banyak. Maklum udah sering dikecewain. Hehehe.

Masa sih sekelas pejabat kementerian kalah sama anggota-anggota DPR dan kepala desa. Kepala Desa Talunombo di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, saja bersedia loh menyumbangkan 100 persen gajinya untuk masyarakat.

Bahkan nih, yang bikin terenyuh adalah alasan doi menyumbangkan gajinya cuy, yaitu ingin meringankan beban pemerintah pusat yang saat ini menurutnya pasti memerlukan biaya besar. Weleh-weleh, pak Kades ini kok baik banget dan penuh perhatian ya cuy.

Tapi by the way nih cuy, di mana ya Menteri Kesehatan? Kok ketika pademi Corona lagi ramai banget seperti saat ini malah tidak pernah mengeluarkan sepatah dua kata sama sekali. Tidak seperti sebelumnya ketika Corona belum menghampiri wajah Indonesia.

Apa jangan-jangan doi sudah tidak diperbolehkan berkomentar ya? Soalnya kan, komentar doi kerap dianggap aneh-aneh cuy. Masa doi bilang kalau orang Indonesia kebal terhadap virus Corona? Katanya sih, karena orang Indonesia suka berdoa.

Ya, terlepas dari itu semua, semoga saja Menteri Kesehatan setuju ya gengs dengan usulan kita yang meminta doi mendonasikan gajinya untuk kepentingan rakyat Indonesia. Lagi pula, beliau kan juga pernah tuh menyumbangkan gajinya dulu untuk defisit BPJS. Hehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...