HomeCelotehBuzzer Berlebihan Tanggapi Banjir?

Buzzer Berlebihan Tanggapi Banjir?

Kecil Besar

“Boy, please be mindful” – Kanye West, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Banjir yang menggenangi banyak titik wilayah di Jakarta dan sekitarnya pada awal tahun 2020 ini mulai tampak surut. Warga yang menjadi korban banjir pun mulai melaksanakan kerja bakti guna membersihkan rumah-rumahnya dan jalan-jalan yang masih ditempeli oleh lumpur dan sampah.

Sebagian warga lainnya juga mendirikan posko-posko bantuan guna meringankan beban mereka yang terdampak oleh bencana ini. Selain itu, para relawan turut membantu para korban dengan menyalurkan bantuan atau ikut serta dalam kerja bakti.

Tak ketinggalan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut serta nih dalam melakukan aksi bersih-bersih pasca-banjir. Kabarnya, sebagian warga yang merasa terbantu mengapresiasi keikutsertaan Pak Anies nih dalam kegiatan kerja bakti tersebut.

Hmm, sedihnya nih, setiap kali Jakarta banjir, selalu timbul komoditas politik baru yang siap jadi bahan perdebatan. Soal banjir pada awal tahun 2020 ini misalnya, banyak pihak dan warga mengkritik kinerja Anies yang dianggap gagal mencegah terjadinya banjir.

Sebenarnya, kritik-kritik yang dilontarkan pada Pak Gubernur bukan tidak mungkin benar sih. Dalam hal ini, Pak Anies perlu juga nih mendengarkan keluhan-keluhan warga-warganya. Namun, persoalan lain muncul apabila persoalan dan tragedi banjir itu malah menjadi bahan bagi kritik asal.

Beberapa akun populer yang diduga menjadi buzzer di media sosial misalnya, dianggap malah menciptakan kegaduhan nih di tengah-tengah situasi susah dan duka yang tengah dialami masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, sampai-sampai, ada salah satu akun yang menuding adanya upaya Pak Anies untuk membayar media-media tertentu agar dapat memberitakan hal yang baik tentang beliau.

Hmm, terlepas dari benar atau tidaknya tudingan tersebut, persoalan banjir di Jakarta dan sekitarnya tetaplah menjadi isu utama yang harus menjadi fokus semua pihak. Dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengingatkan untuk tak saling menyalahkan dan fokus pada pokok persoalan, seperti evakuasi korban dan pencegahan di masa depan.

Di sisi lain, Pak Anies juga perlu melakukan kebijakan yang tepat sasaran agar hal yang sama tak terjadi lagi. Beliau sebagai gubernur Jakarta harus melakukan beberapa langkah, seperti dengan berkoordinasi bersama pemerintah-pemerintah daerah lain.

Ya, mungkin, akun-akun medsos tersebut tampaknya perlu nih berhati-hati dalam mengkritik agar dapat menghormati mereka-mereka yang terdampak. Lagi pula, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate juga telah memberikan wejangannya agar lebih bijak dan tetap menjaga suasana medsos di tengah bencana. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?