HomeCelotehBingung Tiada Henti Megawati?

Bingung Tiada Henti Megawati?

Kecil Besar

Megawati Soekarnoputri dihadapkan dengan pertimbangan menunggu momentum untuk mengumumkan kandidat calon presiden (capres) yang akan diusung oleh PDIP. Untuk siapakah momentum Megawati ditujukan?


PinterPolitik.com

 “Seluruh nama ada pada Ibu Ketua Umum (Megawati), namanya sudah dikerucutkan, tinggal menunggu momentum pengumuman” – Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jendral (Sekjen) PDIP

Terkadang, untuk menentukan sebuah pilihan memang terasa sangat sulit. Setidaknya, hampir semua orang pasti pernah merasakan hal tersebut jika dihadapkan dengan beberapa pilihan. 

Menentukan pilihan kerap kita rasakan di kehidupan sehari-hari – contohnya pada saat dihadapkan dengan pilihan bingung untuk menentukan mau makan apa hari ini. Rasa bingung menentukan pilihan memang kerap kali muncul ketika hendak memesan makanan. Bener nggak sih?

Wah, pilihan menu makanan yang bervariasi semakin banyak nyatanya malah akan semakin membuat kita merasa terbebani dan akan membuat kita semakin merasa sulit untuk memilih lho.

Nah, peristiwa bingung menentukan pilihan pada kehidupan sehari-hari sebenarnya juga bisa dirasakan oleh Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri.

Namun, menentukan pilihan yang dialami oleh Megawati bukan persoalan memilih makanan. Lebih tepatnya, pada persoalan pemilihan bakal calon presiden (capres) 2024 yang akan diusung oleh PDIP.

PDIP sampai saat ini memang belum mengumumkan nama capres yang akan diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa proses penjaringan bakal capres PDIP sudah disiapkan.

Lawan Anies PDIP Usung Budiman

Namun, Megawati masih menunggu momentum untuk mengumumkan capres yang akan diusung oleh PDIP. Hmm, kalau gitu, kenapa Megawati masih menunggu momentum untuk mengumumkan nama capres yang akan diusungkan pada Pilpres 2024 ya?

Jawabannya dapat terlihat karena PDIP masih memiliki berbagai pertimbangan untuk mengeluarkan nama capres yang akan diusung.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Tentunya, pertimbangan yang dilakukan oleh Megawati didasarkan keputusan kondisional tentang tindakan yang akan dijalankan guna mencapai tujuan-tujuan politik. 

Mengacu dalam buku Strategi Politik oleh Peter Schorder, strategi politik defensif (bertahan) memiliki arti bahwa partai politik yang sedang berkuasa atau berkoalisi dengan pemerintah akan mempertahankan mayoritas dalam pangsa pasar – dalam hal politik perolehan dukungan dan suara mayoritas yang hendak dipertahankan.

Terdapat tiga fase kriteria yang perlu diperhatikan untuk menentukan strategi politik menurut Peter, yaitu dengan melakukan analisa situasi, keputusan strategis, dan implementasi strategis.

Megawati bisa saja menerapkan strategi tersebut untuk mengusung bakal capres 2024 untuk bisa mempertahankan suara mayoritas pendukungnya. 

Hmm, namun, apakah mungkin Megawati masih dihadapkan pemilihan yang berat antara mengusungkan pemilik elektabilitas tinggi – Ganjar Pranowo yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah (Jateng) – atau mungkin kepada Puan Maharani sebagai calon penerus trah Soekarno. Hmm, dilemanya Bu Mega mungkin sama halnya seperti kalau kita bingung mau pesen makan apa kali ya? Hehe. (S85)


Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Anas Urbaningrum: Anti-villain SBY?

Anas Urbaningrum telah bebas setelah jalani hukuman. Apakah Anas akan menjadi anti-villain setelah akhirnya bergabung ke PKN?

Sandiaga Akan Kembali ke Prabowo?

Sandiaga Uno telah pamit dari Partai Gerindra. Mungkinkah Sandiaga bertemu Prabowo Subianto kembali di masa depan?

Jokowi-Ganjar Makin Mesra?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengunggah momen kebersamaan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat duduk satu mobil ketika sedang kunjungan kerja ke Boyolali,...