HomeCelotehBerikut Tips Parenting ala Moeldoko

Berikut Tips Parenting ala Moeldoko

Kecil Besar

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta masyarakat untuk tidak bicara sembarangan mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui kalimat maupun gambar. Moeldoko pun mengibaratkan Jokowi layaknya orang tua kita semua.


PinterPolitik.com

Entah itu pasangan lama maupun pasangan baru, memiliki momongan merupakan hal yang selalu didamba-dambakan. Namun, terkadang, kita pun dibuat khawatir juga di balik keinginan tersebut.

Mungkin, bapak dan ibu pasti berpikir, “Bagaimana ya caranya memiliki anak yang baik, sopan, santun, nan saleh(ah)?” Jawabannya sebenarnya sederhana, yakni kedisiplinan. Dengan sikap yang disiplin, mereka pun akan belajar bagaimana caranya bisa menghormati orang-orang yang lebih tua.

Nah, para parents bisa mengikuti cara-cara parenting ala Moel yang saya kembangkan sendiri. Berikut cara-cara ampuh bagi orang tua untuk meningkatkan kedisiplinan anak-anak:

1. Jangan biarkan coret-coret!

Kebiasaan anak kecil yang paling umum adalah kebiasaan mencorat-coret tembok. Ada yang bilang ini baik untuk kreativitas anak. Namun, menurut parenting ala Moel, coret-coret sembarangan merupakan kebiasaan buruk yang merusak rasa hormat anak-anak pada orang tua – apalagi kalau temboknya tidak menggunakan cat yang anti-noda (anti-stain). Jangan sampai nanti anak-anak kita jadi mural artists.

Baca Juga: Ivermectin, Kebijakan Buru-Buru Erick?

Mural Jokowi 404 Not Found

2. Biasakan diam dan anteng!

Dengan terbiasa diam dan anteng, anak-anak akan menginternalisasi apa arti kedisiplinan. Cara ini akan membuat anak tidak banyak bertanya. Lagipula, orang tua pasti kesal juga kalau menjawab jutaan pertanyaan dari anak-anak mereka yang serba penasaran – entah itu penasaran soal penanganan pandemi Covid-19, soal tes wawasan kebangsaan (TWK) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), soal kebijakan bantuan sosial (bansos) kala pandemi, atau bahkan soal bisnis di balik obat Ivermectin.

3. Hormati dan apresiasi pemerintah!

Pemerintah merupakan sosok yang harus dihormati. Namanya saja “pemerintah” – berperan sebagai pemberi perintah. Ini adalah hal yang penting untuk dipelajari anak-anak agar senantiasa bersikap disiplin. Perlu diketahui bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) – meski bukan simbol negara – itu bagaikan orang tua bagi kita semua.

Ya, dari tiga hal ini, insyaAllah, masyarakat – eh, maksudnya anak-anak – bisa menerapkan sikap disiplin dan hormat kepada pemerintah – maksudnya orang tua. Jangan sampai anak-anak kita menjadi terlalu kreatif sehingga menimbulkan banyak tanya dalam benak mereka. Harapannya tentu agar mereka jadi tidak sembarangan bicara dengan kalimat atau gambar. (A43)

Baca Juga: Amarah Moeldoko di Mural Jokowi


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?