HomeCelotehBerani Jokowi Sanksi Airlangga Hartarto?

Berani Jokowi Sanksi Airlangga Hartarto?

Kecil Besar

“Menteri yang tidak pakai masker ini mencerminkan para pemimpin kita itu tidak patut dicontoh. Kalau kita tidak punya contoh, apapun yang dilakukan pemerintah, oleh presiden dan menterinya akan dianggap salah oleh publik”. – Ujang Komarudin, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia


PinterPolitik.com

Ada peribahasa yang berbunyi: “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Kurang lebih peribahasa ini bisa diartikan bahwa orang yang punya kuasa untuk mengajar – dalam hal ini guru – ataupun juga pemimpin yang menjadi panutan banyak orang, sebaiknya tidak memberikan contoh perilaku yang buruk.

Bayangkan, jika seorang guru atau pemimpin memberikan contoh yang buruk, maka jangan heran jika murid atau masyarakat juga akan melakukan hal yang buruk.

Nah, peribahasa ini sedang dipakai oleh banyak pihak untuk mengkritik Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang diketahui berfoto bersama tanpa mengenakan masker.

Foto tersebut beredar luas di publik dan beberapa juga mengomentari bahwasanya para pejabat publik ini tak menjaga jarak dalam acara yang disebut merupakan Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) yang digelar Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian di Bali pada 21-22 Agustus 2020.

Duh, kalau para pemimpinnya udah kayak gini, bagaimana mau mengarahkan masyarakat untuk tertib pakai masker ke mana-mana? Hadeh.

Tapi, soal pakai masker ini, Presiden Jokowi sendiri pernah loh dikritik juga. Soalnya, dalam Rapat Terbatas pada 3 Juni Agustus 2020 lalu, Pak Jokowi juga terlihat nggak pakai masker. Owalah, pantesan aja para menterinya kemudian mengikuti ya. Uppps.

Hmm, sadar nggak sadar, emang kelakuan para pejabat publik kita itu sering kali bikin kita mengelus-elus dada. Dulu misalnya, Covid-19 dibencadain. Dibilang nggak mungkin menyerang masyarakat Indonesia karena orang kita gemar makan nasi kucing. Ujung-ujungnya yang buat pernyataan jugalah yang kena dampaknya. Uppps.

Baca juga :  The One-Man Band

Sekarang pertanyaan terbesarnya adalah berani nggak Pak Jokowi kasih sanksi ke para menteri yang nggak pakai masker itu? Bukannya gimana-gimana ya, soalnya sempat kan muncul wacana masyarakat akan diberi sanksi kalau kedapatan tidak pakai masker. Lha menteri aja nggak pakai masker kok saat kumpul-kumpul, masa piliha kasih hanya masyarakat bawah aja yang dikasih sanksi.

Kalau beneran nggak ada sanksi, maka ini juga jadi tanda nih bahwa Pak Jokowi itu “lembek” terhadap para menterinya, terutama yang dari parpol. Doi emang marah-marah di muka publik soal menteri yang dianggap nggak punya sense of crisis. Tapi soal apakah menterinya akan dicopot atau nggak, sepertinya masih jadi bab lanjutan yang belum ada penyelesaiannya.

Soalnya, kalau Pak Jokowi berani copot menteri dari parpol, bisa ribut kondisi politik Indonesia. Tambah beban pula buat negara yang saat ini udah kena resesi ekonomi.

Hmm, semoga Pak Jokowi makin sabar ya. Juga ikutan memberi contoh yang baik ya Pak. Uppps. Pizz Pak. Hehehe. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

Mencari Jejak Cak Imin

“Where'd you go? I miss you so. Seems like it's been forever that you've been gone” – Skylar Grey, penyanyi asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Sebagian besar...

Ma’ruf Amin yang Dirindukan

“I miss you, I miss you” – blink-182, grup band pop-punk asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Tahun 2020 baru saja dimulai dengan memasuki awal bulan Januari. Namun,...

Prabowo vs Ma’ruf ‘Panaskan’ Tangsel

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih” – Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

More Stories

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Komprador Gurita Batu Bara

Pemadaman listrik bergilir kembali menghantui sejumlah wilayah Indonesia. Di baliknya, PLN menghadapi defisit 20 juta ton batu bara yang belum dikontrak dari total kebutuhan 154 juta ton per tahun. Menteri Bahlil sempat membantah, namun tim koordinasi darurat sudah dibentuk — tanda masalah ini lebih serius dari yang diakui.

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...