HomeCelotehBeda Gercep PDIP-PKS Soal Banjir

Beda Gercep PDIP-PKS Soal Banjir

Kecil Besar

“And it’s time to lend a hand to life, the greatest gift of all. We can’t go on pretending day by day that someone somehow will soon make a change” – Artists for Haiti, kolaborasi berbagai musisi


PinterPolitik.com

Usai menyambut pergantian tahun pada malam Selasa lalu, bencana banjir kemudian ternyata menghampiri sebagian warga Jakarta di awal tahun 2020 ini. Banjir pun dikabarkan berada di banyak titik Jakarta dan sekitarnya.

Tentu saja, bencana ini bisa saja menjadi pukulan awal tahun bagi sebagian warga ibu kota. Beberapa korban turut dikabarkan meninggal dunia.

Komplain dan kritik dari masyarakat kepada pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Gubernur Anies Baswedan pun tak terhindarkan. Linimasa-linimasa media sosial banyak diwarnai oleh tagar-tagar seperti #AniesGaBisaKerja, #banjir2020, dan #aniesmundur.

Selain warganet, beberapa partai politik turut serta bergerak cepat (gercep) untuk mengkritik kinerja Anies. Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi misalnya, langsung bercuit di Twitter guna mengkritik program naturalisasi sungai.

PDI Perjuangan (PDIP) pun tampaknya tidak mau ketinggalan. Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono menilai bahwa banjir yang terjadi di banyak titik kali ini terjadi akibat kegagalan pemerintahan Anies dalam merealisasikan program-program pencegahan banjir.

Kata beliau nih, tidak ada program penanggulangan banjir yang konkret selama dua tahun Anies menjabat. Bahkan, Pak Gembong bilang kalau selama ini Pak Anies hanya mengungkapkan narasi-narasi fiksi. Hmm.

Ya, bukan tidak mungkin sih kritik partai-partai politik ini benar. Pasalnya, pencegahan juga tidak kalah penting. Tapi, bencana banjir kini sudah datang dan telah berdampak pada masyarakat banyak.

Mungkin, berbagai pihak kini bisa lebih berfokus pada mitigasi bencana agar dampaknya dapat diminimalisir. Apalagi, jumlah warga yang terdampak oleh bencana ini juga tidak sedikit.

Hmm, kalo soal ini, mungkin kita perlu mengapresiasi salah satu partai politik yang dikenal gercep dalam memberikan bantuan-bantuan kala bencana alam melanda, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Jika partai-partai lain gercep dan nomor satu soal kritik-mengkritik, PKS ternyata gercep dan menjadi yang pertama dalam mendirikan posko-posko bantuan nih.

Mengacu pada akun Twitter milik @PKSejahtera, partai tersebut telah meluncurkan relawan-relawannya guna membantu para korban, seperti di Jakarta Timur dan Bekasi. Beberapa jenis posko juga didirikan, seperti posko kesehatan dan posko dapur umum.

Ya, semoga saja tidak hanya satu partai ini lah yang menunjukkan kepeduliannya pada para korban banjir. Seperti lirik lagu “We Are The World” yang dinyanyikan oleh banyak musisi di awal tulisan, kita tidak bisa hanya menunggu seseorang untuk menciptakan perubahan, melainkan bisa dimulai dari kita sendiri, seperti dengan memberikan bantuan pada orang-orang yang membutuhkan. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Driver Ojol Sang Marhaen Modern
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Gatot Ke INTI, Persiapan Pilpres?

Minggu lalu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan silaturahmi dengan para Pengusaha Indonesia Tionghoa (INTI). Gatot siap Pilpres? PinterPolitik.com “Politik adalah seni kelihaian dalam mendapatkan suara dari...

More Stories

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

MBG dan Runtuhnya ‘Republik Tepung’

Prabowo melarang telur dadar di program MBG karena rawan dicampur tepung. Mungkinkah kebiasaan "tepung" ini mengancam masa depan bangsa?