HomeCelotehAnies Kembali dari Pengasingan?

Anies Kembali dari Pengasingan?

Kecil Besar

“Baju seragam tergantung lagi. Wangi parfum pagi tercium kembali. Tangan kembali dilambaikan. Pemandangan keseharian yang semula hanya rutinitas biasa, hari ini menjadi kenikmatan yang sangat disyukuri”. – Fery Farhati, Istri Anies Baswedan


PinterPolitik.com

Setelah hampir sebulan lamanya dikarantina karena positif tertular Covid-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya telah diperbolehkan untuk kembali beraktivitas lagi. Perasaan bahagia karena akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarga digambarkan oleh sang istri lewat postingan di akun Instagram pribadinya.

Namun, kebahagian ini tentu juga akan berlanjut dengan banyaknya pekerjaan karena Anies telah dinantikan oleh pekerjaan rumah yang menumpuk. Mulai dari masalah kesehatan masyarakat yang kini menjadi sorotan seiring makin berkurangnya kapasitas rumah sakit, hingga masih banyaknya warga yang tidak mempedulikan protokol kesehatan.

Belum lagi masalah-masalah sosial dan ekonomi lain yang masih terus bertambah, seiring dampak dari pandemi yang dirasakan di semua sektor.

Baca juga: De-FPI-isasi, Chopping Berbahaya Untuk Jokowi

Makanya, kembalinya Pak Anies ke kantor ini ibarat Batman Returns – kembalinya jagoan untuk menghadapi banyak masalah yang terjadi di Jakarta “Gotham” City. Keren juga ya kalau Jakarta jadi kayak Gotham City hehehe.

Namun, persoalan yang mungkin akan menjadi tanda tanya besar publik adalah reaksi Pak Anies terhadap pembubaran ormas Front Pembela Islam alias FPI, juga terkait penahanan Rizieq Shihab oleh kepolisian.

Bukannya gimana-gimana ya, Anies emang dikenal punya kedekatan khusus dengan FPI dan Rizieq yang memang ada dalam simbiosis saling menguntungkan sejak Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Kedekatan ini tergambar saat Anies menjadi salah satu pejabat yang mengunjungi Rizieq Shihab sekembalinya tokoh FPI itu dari Arab Saudi.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Hmm, tapi banyak juga loh yang berspekulasi di media sosial bahwa aksi Pak Anies yang dikarantina selama hampir sebulan ini, sebetulnya punya kaitan dengan berbagai peristiwa yang ada. Seolah-olah – ini seolah-olah loh ya – Pak Anies emang “mengasingkan diri” agar tidak dimintai komentar terkait pembubaran FPI.

Selain itu, Pak Anies juga punya pendukung yang tidak sedikit. Jadi kalau doi ngomong hal tertentu, sangat mungkin itu bisa menimbulkan gejolak politik terhadap keputusan pemerintah membubarkan FPI.

Wih, masuk akal juga sih spekulasinya. Yang jelas, kini dengan kembali sehatnya Pak Anies, publik menanti apa komentar mantan Mendikbud itu soal kasus FPI. Berani nggak ya Pak Anies kasih komen? Hehehe. Menarik untuk ditunggu. (S13)


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.