HomeCelotehAnies Jalan Santai Menuju 2024?

Anies Jalan Santai Menuju 2024?

Kecil Besar

“Benar. Kalau di Jawa Barat 19 November, Tasikmalaya; 20 November di Ciamis,” – Saan Mustopa, Ketua DPW NasDem Jawa Barat


PinterPolitik.com

Baru-baru ini, tersiar kabar bahwa Partai NasDem akan mengadakan agenda jalan santai bersama kandidat calon presiden (capres), Anies Baswedan, di sejumlah daerah di Jawa Barat (Jabar).

Acara yang akan dilaksanakan pada akhir November ini dibenarkan oleh Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa. Lebih lanjut, Saan menyebut sejumlah hadiah akan disiapkan – terdiri dari satu paket umrah dan 11 sepeda motor.

Oh iya, acara semacam ini rupanya bukan hal yang baru loh. Pada acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-21 Partai Demokrat yang jatuh pada tanggal 9 September, Pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis juga menyelenggarakan jalan santai.

Ada sekitar 35 ribu warga yang hadir di Alun-alun Kabupaten Ciamis. Mereka antusias mengikuti kegiatan tersebut karena banyak hadiah yang ditawarkan – salah satunya umrah.

Anyway, ada apa ya antara jalan santai, warga Jabar, dan umrah? Kok pola ini yang dipakai oleh NasDem? Apakah ini bagian dari strategi untuk mengendorse Anies di Jabar?

Frederic Gros dalam bukunya A Philosophy Of Walking menjelaskan efek jalan santai yang dianggap sederhana tapi mempunyai makna mendalam. Bagi Gros, jalan santai merupakan kegiatan yang menghasilkan ide cemerlang dan kedalaman orisinalitas berpikir.

Hampir sebagian orang sepakat kalau jalan santai bukanlah olahraga yang menuntut teknik dan peraturan yang kompleks. Jalan santai – seperti namanya santai – ialah kegiatan sederhana yang hanya melangkahkan satu kaki di depan kaki yang lain terus-menerus secara bergantian.

Seperti banyak yang diketahui, orang Sunda yang merupakan mayoritas warga Jabar memiliki karakter “santai”. Santai di sini bukan pemalas loh ya, melainkan santai yang memperlihatkan ketenangan jiwa dalam melihat setiap gejala sosial.

Baca juga :  Reinkarnasi Ahmad Sahroni?
image 73
Jokowi Tidak Restui Anies?

Orang Sunda kebanyakan cenderung lucu dan humoris. Mereka dengan mudah bercanda dan mencairkan suasana saat bertemu. Hal ini merupakan cerminan “kesantaian” mereka merespons sebuah peristiwa.

Yang terakhir, terkait hadiah umrah, argumentasinya pasti sudah bisa ditebak, yakni karena mayoritas orang Sunda memeluk agama Islam. Islam bahkan hampir menjadi bagian dari identitas ke-Sundaan.

Dari sini, kita dapat melihat ada rangkaian tersembunyi yang juga saling berkaitan antara jalan santai, warga Jabar, dan umrah. Bisa jadi, semua ini tidak mungkin tanpa sengaja. Pasti ada desain di balik semua ini.

Dalam konteks ini, bisa terlihat bahwa NasDem dalam membuat acara semacam ini sudah melalui analisis yang komprehensif. Judulnya sih jalan santai tapi kok hadiahnya “nggak santai” ya?

Jika dilihat dari sudut pandang ini, terlihat NasDem memahami betul selain persoalan kultural yang harus dijangkau partai – bahwa terdapat persoalan lain, yakni menjangkau pemilih rasional yang mempertimbangkan “mendapat” apa dalam persoalan menentukan pilihannya. 

Dalam konteks politik, terdapat tiga pendekatan perilaku pemilih, yakni pemilih sosiologis, psikologis, dan rasional. Dua pendekatan yang ingin dibahas di sini adalah pendekatan sosiologis dan rasional yang menjadi fokus karena keduanya  berjarak dalam memperlihatkan ciri-cirinya.

Jika pemilih sosiologis dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti afiliasi etnik dan tradisi, maka pendekatan rasional lebih menitikberatkan bahwa pemilih memutuskan pilihannya karena ada pertimbangan “untung-rugi”.

Nah, hadiah umrah dalam konteks kegiatan NasDem ini dapat ditafsirkan sebagai upaya untuk merebut hati para pemilih rasional ini.

Jika benar terlaksana dan hadiahnya umrah, maka mungkin saja yang ada dalam benak mereka adalah, “Anies dan NasDem ini royal loh. Belum kampanye aja kita sudah dikasih hadiah, apalagi pas kampanye.Hehehe. (I76)

Baca juga :  Reinkarnasi Ahmad Sahroni?

Deklarasi Terlalu Cepat: Anies Akan Dijegal?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...