HomeCelotehAmerika Jadi Bandar Anies?

Amerika Jadi Bandar Anies?

Itu mungkin tradisi Fahri Hamzah kali ya. Tapi, kalau di NasDem sih nggak seperti itu, PKS nggak seperti itu, Demokrat nggak seperti itu. Mungkin di partai dia kali seperti itu,” – Ahmad Ali, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai NasDem


PinterPolitik.com

Akhir-akhir ini, tema “bandar politik” semakin ramai jadi perbincangan politik berbagai kalangan. Bermula saat Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora Fahri Hamzah yang menyebut adanya pengaruh bandar terhadap gagal deklarasinya Koalisi Perubahan.

Secara eksplisit Fahri mengatakan kalau bandar belum sepakat sehingga Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS jadinya gagal deklarasi koalisi pada 10  November 2022 – meskipun Fahri tidak menyebut siapa bandar yang dimaksud.

Merespons pernyataan itu, Waketum NasDem Ahmad Ali mengatakan partainya tidak memiliki tradisi bandar. Lebih lanjut, ia malah menuding balik kalau di partai Fahri tradisi bandar itu hidup.

Ali mengklaim pengusungan Anies Baswedan murni dari bawah. Waketum NasDem tersebut menyebutnya sebagai cerminan keinginan dan harapan rakyat.

Anyway, persoalan bandar politik ini bukanlah hal yang baru. Bahkan, dalam literatur ilmu politik, istilah bandar ini disamakan dengan istilah patron yang bermakna penyokong atau pelindung. Ya, kurang lebih mirip-mirip bandar lah ya.

Hal ini dikemukakan oleh Edward Aspinall dan Ward Berenschot dalam bukunya Democracy For Sale: Pemilu, Klientelisme, dan Negara di Indonesia yang melihat bahwa budaya patronklien atau klientelisme tumbuh subur dalam percaturan politik Indonesia.

- Advertisement -

Cara pandang ini melihat bahwa klientelisme menjadi pemicu tumbuh dan berkembangnya politik uang (money politics) dan premanisme politik. Dua hal itu menjadi strategi umum para politisi untuk menundukkan dan menjinakkan lawan dan konstituen.

Baca juga :  NasDem, Sahabat Sejati Jokowi?

Tentunya, sumber daya uang dan kekuasaan untuk menekan dimiliki oleh bandar politik. Namun, di “panggung depan” pentas politik kita, bandar ini selalu tidak terlihat dan tabu untuk diperbincangkan.

Sampai saat ini, pertanyaan kenapa bandar selalu sembunyi di “panggung belakang” sulit untuk dijawab meskipun semua orang sadar kalau di belakang seorang kandidat pasti ada bandar yang menyokongnya.

Apa benar tidak ada bandar di belakang Anies seperti yang diungkapkan oleh politisi NasDem di atas?

fahri hamzah spill bandar politik ed.
Fahri Hamzah Spill “Bandar Politik”?

Eiitss, tunggu dulu. Rupanya ada “jawaban” berbeda loh yang diperlihatkan oleh Anies. Hal ini terlihat ketika Anies menyambut kedatangan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Sung Yong Kim jelang KTT G20 di Nusa Dua, Bali, pada 15-16 November 2022.

Pada pertemuan itu diceritakan kalau dirinya dan Sung Yong Kim bertukar pikiran tentang kondisi demokrasi dan percaturan global. Itu secara eksplisit. Namun, apakah hanya itu?

Nah, di sinilah terlihat ada jawaban atas pertanyaan Fahri tentang bandar – meskipun jawabannya mungkin secara simbolik.

Bisa jadi, pertemuan ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk dukungan AS ke Anies, melainkan bisa juga menjadi simbol kalau Anies punya bandar yang kuat, yakni negeri Paman Sam itu sendiri. Hehehe.

- Advertisement -

Hal ini bukan tidak mungkin menegaskan kalau intervensi asing rupanya masih berpengaruh dan, bahkan, negara kuat bisanya menjadi bandar seorang kandidat di suatu negara

Hal ini pernah dijelaskan oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi yang membenarkan adanya foreign electoral intervention (campur tangan elektoral oleh asing) yang berlaku dalam politik  global.

Memang terjadi campur tangan asing terhadap pemilu di beberapa negara. Bahkan, tercatat  AS pernah mengintervensi 81 kasus pemilu dan pesaingnya Rusia yang dulu Uni Soviet sebanyak 36 kasus.

Baca juga :  Bima Arya Nge-fans ke Ganjar?

Hmm, kalau benar AS jadi bandar Anies, jangan-jangan nanti AS minta request soal tagline kampanye Anies yang disingkat AS aja. Kalau di uraikan, ini bisa aja singkatan dari Anies Serikat. Uppsss, sorry. Maksudnya adalah Anies Sejahtera. Mungkin loh ya. Hehehe. (I76)


Attila Sang Hun: Dewa Perang yang Hampir Kuasai Dunia
spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

“Pada intinya, akan mengembangkan kawasan sebagai eco-tourism. Sebetulnya, bagus, menurut saya, daripada dia tidak digunakan kosong begitu saja” –   Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri PinterPolitik.com Sebagian besar masyarakat Indonesia...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Lord Rangga Pergi, Indonesia Bersedih?

“Selamat jalan, Lord Rangga! Terima kasih sudah menyuguhkan kritik sosial dengan balutan performance gimmick yang cerdas untuk masyarakat yang memang bingung ini! Suwargi langgeng!” – Warganet PinterPolitik.com Sejumlah...

Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

“Pada intinya, akan mengembangkan kawasan sebagai eco-tourism. Sebetulnya, bagus, menurut saya, daripada dia tidak digunakan kosong begitu saja” –   Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri PinterPolitik.com Sebagian besar masyarakat Indonesia...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...