HomeCelotehAkhirnya, PDIP ‘Terima’ Rocky Gerung?

Akhirnya, PDIP ‘Terima’ Rocky Gerung?

Kecil Besar

“The fool always think he is wise, but the wise man knows himself to be a fool” – William Shakespeare, penyair asal Inggris


PinterPolitik.com

Gengsmimin mau nanya, apa persamaan dan perbedaan antara Puan dan Mulan? Kalau menurut mimin sih perbedaannya jelas. Puan Maharani adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sementara, Hua Mulan adalah pejuang perempuan yang menjaga kaisar dari segala ancaman. Persamaannya juga jelas banget kok.

Dua-duanya merupakan perempuan yang  memiliki darah leluhur yang sangat andal. Puan mewarisi darah politisi dari kakek kemudian ibunya dan saat ini menjadi elite di PDIP. Sementara, Mulan mendapat anugerah berupa chi yang turun dari ayahnya sebab si ayah sangat ikhlas berjuang dan beribadah mendoakan anak cucunya supaya bermental ksatria Phoenix.

Eh, sebentar, di bagian perbedaan kayaknya perlu mimin tambahkan sesuatu deh, yakni perbedaan seputar karakter leadership. Bagi kalian yang sudah menonton salah satu putri Disney tersebut, pasti tahu seperti apa jiwa kepemimpinannya Mbak Mulan itu.

Ia tegas dan inspiratif – lebih memilih menunjukkan ‘cara’ dalam menyelesaikan masalah daripada beretorika atau berdebat. Walhasil, saat ia hendak diusir oleh pemimpin pasukan sebab menutupi latar belakangnya sebagai perempuan – saat itu ksatria didominasi laki-laki, cuy, justru teman-temannya yang semuanya laki-laki tuh malah meminta agar Mulan jangan diusir dari pasukan.

Akhirnya, Mulan diberi kesempatan untuk bergabung lagi dalam barisan ksatria. Nggak cuma itu aja, ia pun didapuk untuk memimpin misi menyelamatkan kaisar dari serangan Bori Khan. Secara jelas, kita bisa melihat kok bahwa retorika tanpa aksi ‘menunjukkan jalan’ dan cara bertindak tuh nggak oke banget deh.

Lagian juga, kalau Mulan beretorika pasti juga sulit didengar sih di dunia patriarkis. Makanya, ia memilih untuk lebih banyak beraksi langsung. Walhasil, Mulan pun berhasil menjadi ksatria perempuan pertama dan mendapat cintanya orang-orang.

Di saat ksatria lainnya cuma berjargon loyal (setia), brave (berani), dan true (jujur) dalam mulut, Mulan sudah memahami itu sejak kecil dan mulai mengejawantahkannya dalam kehidupan. Siapa coba yang nggak senang dipimpin orang kayak Mulan, cuyMimin aja sampai kesengsem. Hehe.

Sementara, bagaimana dengan kepemimpinan ala Mbak Puan? Ya, bagus juga sih – cuma masih belum memuaskan. Nggakpapa kan kalau mimin bilang begini? Hehe.

Lha, coba saja disimak deh pernyataan terbarunya Mbak Puan yang menegaskan bahwa untuk menghabisi si biang kerok Covid-19 dibutuhkan pengamalan revolusi mental yang penuh totalitas. Alasannya Mbak Puan sih sebab di dalam revolusi mental tuh terkandung tiga prinsip luhur, yakni integritas, etos kerja, dan gotong royong.

Iya Mbak Puan, mimin ngerti kok bila revolusi mental tuh keren. Namun, kayaknya di tengah kondisi begini, daripada menghadirkan jargon yang mungkin masih kudu ditafsirkan oleh beberapa orang, mending saat statement tuh fokus aja pada langkah-langkah konkret.

Misal nih, Mbak Puan bisa kelleus bilang, “DPR akan turun ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi pentingnya protokol kesehatan. Kalau perlu DPR siap mendatangkan alat kesehatan ke pelosok desa besok.” Gitu lebih keren deh.

Rakyat nih sudah capek ngurus ekonomi. Jadi, jangan ditambah beban berpikir lagi. Begitu. Lagian Mbak Puan ini kan bagian pemerintahan, maka yang ditunggu tuh aksinya. Kalau beretorika sudah banyak ahlinya, misal Bung Rocky Gerung. Apa jangan-jangan mau meniru Bung Rocky nihHehe. (F46)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...