HomeCelotehAirlangga vs Erick, Calon Jokowi di 2024?

Airlangga vs Erick, Calon Jokowi di 2024?

Kecil Besar

“Ada AstraZeneca, GAVI CEPI ini adalah kegiatan multilateral berbagai lembaga dan negara untuk dapat vaksin sebagai public services. Melalui GAVI CEPI, harga vaksin diperkirakan lebih rendah, (yaitu) 3-5 dolar AS. Sedangkan Sinovac antara 10-20 dolar AS”. – Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian


PinterPolitik.com

Pemerintah Indonesia saat ini emang tengah gencar-gencarnya mengamankan vaksin Covid-19. Bukannya gimana-gimana ya, tanpa adanya vaksin, sepertinya ketakutan publik terhadap virus ini akan berdampak ke segala lini, terutama di sektor ekonomi dan tentu saja kesehatan.

Makanya, nggak heran jika sejak beberapa bulan lalu pemerintahan Presiden Jokowi sudah mulai menjajaki kerja sama vaksin dengan beberapa negara. Lewat Menteri BUMN Erick Thohir, kerja sama vaksin yang dilakukan adalah dengan Tiongkok. Sinovac adalah perusahaan asal negara tersebut yang kebagian jatah kerja sama dengan pemerintah Indonesia.

Hanya saja, dosis vaksin yang bisa disediakan perusahaan tersebut hanya 260 juta dosis. Artinya, jika satu orang harus dua kali menerima vaksin, maka hanya ada 130 juta warga negara Indonesia yang menerima dosis vaksin tersebut.

Nah, mungkin karena alasan inilah pemerintah lalu membuka kemungkinan mendapatkan vaksin dari produsen lain. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kemudian menjalankan kesepakatan dengan perusahaan asal Inggris-Swedia, AstraZeneca.

Disebut-sebut pembeliannya adalah untuk 100 juta dosis. Namun, pemerintah harus membayar down payment alias DP sebesar Rp3,6 triliun yang merupakan 50 persen dari total harga vaksinnya.

Beh, itu duit semua men. Kalau dipakai buat beli rendang, itu rendangnya bisa dipakai buat menutupi Pulau Jawa kali ya. Uppps.

Nah, terlepas dari konteks pembelian vaksin tersebut, hal yang menarik untuk disorot adalah terkait posisi Erick dan Airlangga. Bukannya gimana-gimana ya, mulai muncul selentingan yang menyebutkan bahwa dua menteri ini terlihat sebagai yang “paling dipercaya” oleh Presiden Jokowi.

Bahkan, mulai muncul desas-desus bahwa satu dari antara dua sosok ini akan menjadi orang yang didukung Presiden Jokowi untuk Pilpres 2024. Wih, sangar men isunya.

Hmm, jadi mirip nih sama kisah di Asgard – ituloh di seri superhero Marvel – terkait regenerasi kekuasaan yang melibatkan dua putra Odin: Thor dan Loki. Di ceritanya Thor emang yang ditunjuk untuk menggantikan sang ayah, walaupun sebenarnya Loki juga pengen banget menduduki kursi kekuasaan tersebut. Ada persainganlah intinya.

Mungkin seperti kisah itu juga yang terjadi pada Erick dan Airlangga. Mungkin pertanyaannya, siapa nih yang bakal jadi Thor? Menarik buat ditunggu kelanjutannya. (S13)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.