HomeCelotehAirlangga Mantap Capres 2024?

Airlangga Mantap Capres 2024?

Kecil Besar

“Ini baru aspirasi dari daerah, kami belum pernah membahasnya, termasuk Pak Airlangga sendiri belum pernah membicarakan secara formal”. – Ahmad Doli Kurnia, Waketum Partai Golkar


PinterPolitik.com

Nama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto emang jadi salah satu menteri yang tengah naik daun. Selain karena posisinya sebagai wakil pemerintah yang berhubungan dengan DPR dalam pengesahan UU Cipta Kerja, nama Airlangga juga menjadi sosok yang berperan penting dalam kebijakan pembelian vaksin Covid-19.

Buat yang belum tahu, Airlangga menjadi wakil pemerintah dalam kerja sama pengadaan vaksin Covid-19 dengan perusahaan Inggris-Swedia, AstraZeneca. Bisa dibilang ini kubu kerja sama seberangnya Menteri BUMN Erick Thohir yang menjadi penghubung Indonesia dengan Tiongkok.

Perusahaan tersebut disebut-sebut sanggup menyediakan 100 juta dosis vaksin pada Maret 2021 mendatang. Wih, walaupun masih cukup lama, tapi setidaknya ini jadi semacam angin segar untuk pemerintah karena udah dapat jaminan ketersediaan vaksin.

Nah, hal ini pula yang secara tidak langsung ikut mengangkat nama Airlangga. Soalnya, jika berhasil menyediakan kebutuhan vaksin bagi masyarakat, maka secara politik posisinya juga akan diperhitungkan.

Hal inilah yang mungkin membut kader-kader Golkar di daerah mulai melempar wacana untuk mencalonkan Ketua Umum partai beringin itu sebagai calon presiden untuk Pilpres 2024 mendatang. Iyess, capres buat Pilpres 2024 cuy.

Adapun DPP Partai Golkar sendiri menyebutkan belum membahas secara formal hal tersebut. Namun, munculnya wacana ini ke hadapan publik adalah bukti bahwa Airlangga boleh jadi punya ambisi politik yang besar untuk kontestasi elektoral di 2024.

Konteksnya juga akan penting untuk dilihat jika ia mendapatkan dukungan langsung dari Presiden Jokowi. Bukan tanpa alasan, sang presiden belakangan memang cenderung lebih dekat dengan Golkar.

Bahkan beberapa pihak menyebutkan bahwa partai kuning ini menjadi tulang punggung utama di koalisi pemerintah – apalagi mengingat hubungan Jokowi dengan PDIP sebagai partai pengusungnya di 2014 dan 2019 cenderung ada pada tingkatan yang “panas dingin”.

Persoalan dukungan Jokowi ini bisa terjadi karena UU Cipta Kerja yang adalah salah satu intisari dari pidato Jokowi saat pelantikannya di 2019 bisa digolkan oleh Airlangga Hartarto. Jika publik ingat, doi adalah sosok yang gencar melakukan safari politik ke berbagai kubu untuk menggalang dukungan terhadap produk hukum ini.

Begitupun dengan urusan vaksin yang emang jadi hal yang penting bagi upaya Jokowi mengatasi krisis kesehatan ini.

Hmmm, berasa kuat banget nih Pak Airlangga. Tapi, Pilpres itu tarung yang kejam loh. Udah kayak film The Godfather sengitnya. Pertarungan politiknya udah kayak pertarungan antar kelompok dengan kepentingan dan tujuannya masing-masing.

Sejauh ini pertarungan Pak Airlangga barulah saat berhadapan dengan Pak Bambang Soesatyo untuk merebut kursi Golkar 1. Jadi ya belum ada apa-apanya. Soalnya, strategi Pak Bamsoet cuma pasang iklan di videotron yang ada di Jalan Jenderal Sudirman sih. Uppps. Jadi mudah dikalahkan. Hehehe.

Menarik untuk ditunggu apa langkah Pak Airlangga selanjutnya. (S13)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.