HomeCelotehAhok Jadi Hotline Pertamina?

Ahok Jadi Hotline Pertamina?

Kecil Besar

Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menjadi orang pertama yang dihubungi oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi ketika memiliki keluhan soal kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Apakah Ahok kini sudah jadi hotline untuk Pertamina?


PinterPolitik.com

Dalam kehidupan yang serba fana ini, kendala bisa aja muncul tiba-tiba. Bahkan nih, terkadang, kendala-kendala tersebut menjadi momok yang membuat kita frustrasi tuh.

Nah, untungnya nih, kita nggak harus sendirian dalam menyelesaikan kendala-kendala seperti pesanan makanan yang tidak tepat, dana transfer yang terhambat, hingga rancangan undang-undang (RUU) penting yang belum juga disahkan. Semua itu ada jawabannya ketika saluran untuk protes atau komplain tersedia.

Biasanya tuh, melalui saluran komplain yang tersedia – biasanya disebut sebagai customer servicecustomer care, hingga pusat bantuan, kendala kita akan segera dibantu untuk diselesaikan. Dengan perasaan kecewa – bahkan marah, kita meluapkan keluhan kita kepada mereka.

Memang sih, salut dah buat mereka yang bekerja di balik telepon-telepon pusat bantuan. Kalian sebenarnya secara langsung adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang bahkan siap dihubungi 24 jam setiap hari. Udah ramah, selalu ada buat kita lagi. Hmm, si doi aja nggak gitu. Huhu.

Nah, sikap dan fungsi pusat bantuan seperti ini tampaknya tidak hanya dijalankan oleh mereka yang bekerja di bangku-bangku operator nih, melainkan juga pejabat-pejabat sekelas komisaris, yakni Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Baca Juga: Ahok-Gibran: Idola Jadi Rival?

Blame Game Edy vs Ahok

Lhagimana nggak? Pak Ahok kemarin jadi sosok yang langsung ditelepon ketika Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memiliki keluhan soal kebijakan Pertamina yang menaikkan harga bahan bakar (BBM) non-subsidi di provinsinya.

Baca juga :  Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Bak operator pusat bantuan, Pak Ahok pun langsung mengatakan bahwa dirinya akan mengecek lebih lanjut alasan mengapa Pertamina menaikkan harga di sana. Kabarnya sih, Pak Ahok mendapat jawaban bahwa kenaikan itu disebabkan oleh Peraturan Gubernur (Pergub) Sumut yang menaikkan pajak bahan bakar.

Ya, terlepas dari itu, Pak Ahok ini bisa jadi keren uga ya menerima komplain Pak Edy dengan sabar. Kalau mimin ingat-ingat dulu, Pak Komut ini pernah marah-marah lho kala mendapatkan komplain dari warga ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hehe.

Ya, semoga aja sikap marah-marah Pak Ahok ini nggak kambuh lagi lah ya kalau menjadi “hotline” buat Pertamina. Bahkan nih, Direktur Utama (Dirut) Pertamina sendiri bilang kalau Ahok ini kini menjadi semacam influencer tuh buat Pertamina. Hmm.

Tapi nih, Pak Ahok ini kok semua fungsi di Pertamina diambil ya? Soal jabatan Komut, misalnya, Pak Ahok sempat dikabarkan juga merangkap menjadi Komisaris Independen. Apa jangan-janga Pak Ahok kini selain menjabat sebagai hotline juga menjabat sebagai Dirut tuh? Kan, banyak yang menduga demikian. Hmmgimana nih, Pak Ahok? (A43)

Baca Juga: Ahok Menteri Yang Dinanti?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?