HomeCelotehAhok “Bangkang” Pemerintahan Jokowi?

Ahok “Bangkang” Pemerintahan Jokowi?

Kecil Besar

“Climate change is real. It is happening right now, it is the most urgent threat facing our entire species and we need to work collectively together and stop procrastinating” – Leonardo DiCaprio, aktor asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Tidak dapat dipungkiri bahwa Bumi adalah rumah yang paling berharga bagi kita semua. Hingga kini, belum ditemukan planet lain yang bisa menyokong kehidupan layaknya Bumi.

Meski rumah ini adalah rumah bersama yang paling berharga, tampaknya masih banyak orang yang menyepelekan berbagai persoalan yang menghantui planet satu ini. Jumlah sampah plastik yang berlebihan, misalnya, masih menghantui ekosistem laut yang tidak sedikit dari biota di dalamnya menjadi terancam.

Selain persoalan sampah, Bumi juga menghadapi persoalan pemanasan global dan perubahan iklim. Banyak studi menyajikan prediksi bahwa perubahan iklim secara masif ini akan mencairkan sebagian besar bongkahan es di kutub dan membuat levelpermukaan air meningkat – membuat banyak bagian daratan yang ditinggali manusia berpotensi tenggelam.

Jakarta, misalnya, disebut-sebut menjadi salah satu kota dengan laju paling cepat untuk tenggelam dalam beberapa tahun ke depan. Tentu saja, ini juga menjadi tanggung jawab bersama bagi umat manusia – mengingat perubahan iklim juga dinilai menjadi penyebab kepunahan besar di masa depan.

Alhasil, sejumlah upaya untuk mengurangi emisi karbon dilakukan. Salah satunya adalah dengan membatasi penggunaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan. Langkah inilah yang diungkapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), M.R. Karliansyah.

Kata Pak Karli nih, beliau sudah bertemu dengan salah satu direksi di Pertamina. Dirjen PPKL itu mengklaim bahwa Pertamina akan segera menghapuskanpenjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium – memiliki research octane number(RON) pada angka 88 – di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).

Baca juga :  Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Namun, persoalan lama timbul kembali, yakni dilema antara perlindungan lingkungan dan kebutuhan ekonomi. Kontroversi ini terlihat dari bagaimana PKS memberikan respons terhadap wacana tersebut.

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS Mulyanto, rakyat masih membutuhkan BBM dengan harga terjangkau. Apalagi nih, dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 dinilai masih terasa di masyarakat. 

Hmm, kalau bicara soal Pertamina nih, masyarakat pasti ingat dongdengan sosok Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Uniknya, Pak Ahok ini malah menampik dan bilang belum ada rencana tersebut tuhdi rapat-rapat direksi.

Wah, apa mungkin Pak Ahok ini nggak di-masukinke grup WhatsApp-nya para direksi. Kan, biasanya ada tuhpara pegawai yang ngebikingrup sendiri tanpa keanggotaan bosnya. Hehe.

Ya, kalau nggak sejalan gini, Pak Ahok bakal “membangkang” pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dong. Kan, pemerintah sudah menyepakati Paris Agreement pada tahun 2015 lalu – mengikatkan Indonesia pada komitmen pengurangan emisi gas karbon.

Apa jangan-jangan Pak Ahok ini ingin muncul bak pahlawan untuk rakyat di tengah pandemi ini ya? Ya, mungkin hanya Pak Ahok yang tahu lah ya. Kita sebagai rakyat hanya bisa menanti kejelasan dari “drama” seputar Premium ini. (A43)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?