HomeCelotehAda Apa Fadli dan Munarman?

Ada Apa Fadli dan Munarman?

Kecil Besar

“Kalau kita kaitkan dengan saudara Munarman yang berprofesi sebagai seorang advokat, seorang pembela hukum, tidak ada hal-hal yang saya kira terkait dengan hal ini. Misalnya, apakah saudara Munarman melakukan perbuatan kekerasan atau menimbulkan suasana teror dan rasa takut yang luas?” – Fadli Zon, Politikus Partai Gerindra


PinterPolitik.com

Penangkapan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman oleh Densus 88 beberapa waktu lalu memang masih menyisakan perdebatan panjang. Bukannya gimana-gimana ya, banyak pihak menilai penangkapan tersebut tidak sesuai dengan tuduhan terorisme yang diarahkan pada Munarman.

Salah satu yang cukup keras melayangkan kritikan adalah politikus Partai Gerindra Fadli Zon. Mantan Wakil Ketua DPR ini menyebutkan bahwa Munarman tidak bisa masuk dalam kategori teroris lantaran tidak melakukan aksi teror selama jangka waktu yang dituduhkan.

Baca Juga: Siasat Nadiem “Rayu” Megawati?

Fadli juga menyebutkan bahwa dirinya telah mengenal Munarman sejak lama dan menyebut tak percaya dengan dugaan yang dituduhkan kepada eks petinggi FPI tersebut.

Ia menyebutkan bahwa profesi Munarman sebagai seorang advokat adalah pembela hukum dan tidak mungkin terkait dengan tuduhan terorisme yang diarahkan padanya. Munarman juga menurutnya adalah seorang aktivis dan banyak membela kepentingan masyarakat yang memerlukan bantuan hukum.

Buat yang belum tahu, Munarman pernah bergabung dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI. Doi juga pernah menjadi bagian dari KontraS yang punya sejarah panjang terkait aktivisme dan bantuan hukum bagi masyarakat.

Hmm, Bang Fadli ada benarnya sih dalam kasus ini. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa penangkapan terhadap Munarman cenderung bertolak belakang dibandingkan kiprahnya.

Namun, apa pun itu, kepolisian pasti juga punya alasan yang jelas terkait proses hukum ini. Sekiranya bukti yang ada memang lebih dari cukup, tentu kepolisian tidak bisa disalahkan juga.

Yang jelas, salut sih buat Bang Fadli Zon yang cukup konsisten membela mereka-mereka yang pernah satu kubu dengannya. Dulu kan pernah sama-sama mendukung Pak Prabowo Subianto pas Pilpres 2019 lalu.

Well, walaupun ada yang bilang bahwa tidak ada musuh yang abadi dalam politik, tapi setidaknya Bang Fadli cukup konsisten membela. Yang penting pembelaannya benar-benar karena persekawanan atau membela karena alasan ketidakadilan loh ya. Bukan karena alasan politik biar tetap menunjukkan diri jadi oposisi pemerintah dan para penegak hukum. Uppps. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.