HomeCelotehAda Apa di KPU?

Ada Apa di KPU?

Kecil Besar

“Pak Arief tetap anggota KPU karena waktu Pak Arief jadi ketua, dia juga merangkap sebagai anggota. Putusan DKPP adalah memberhentikan beliau sebagai ketua, bukan anggota”. – Ilham Saputra, Plt Ketua KPU


PinterPolitik.com

Civil war alias perang sipil. Mungkin istilah ini agak hiperbolik dan berlebihan untuk dipakai dalam beberapa kesempatan. Namun, tak salah jika istilah ini dipakai untuk menggambarkan hubungan yang tengah memanas antara Komisi Pemilihan Umum alias KPU dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu alias DKPP.

Soalnya, dua lembaga yang berhubungan dengan Pemilu ini sedang panas-panasnya cuy. Beberapa hari lalu Ketua KPU Arief Budiman dicopot dari jabatan sebagai pimpinan lembaga tersebut karena dianggap melanggar kode etik.

Baca juga: Jokowi Harus Hindari Kakistokrasi Trump

Ceritanya Pak Arief ini dituduh ikut menemani Komisioner KPU yang lain, yakni Evi Novida Ginting Manik dalam menggugat pemecatan yang diputuskan DKPP. Bu Evi kala itu emang berstatus sedang dipecat alias tak menjabat sebagai komisioner.

Nah, Pak Arief juga dinilai melanggar kode etik karena mengaktifkan kembali Bu Evi sebagai Komisioner KPU. Pak Arief juga dinilai melampaui kewenangannya sebagai Ketua KPU. Sekalipun kemudian gugatan Bu Evi menang di PTUN dan Presiden Jokowi akhirnya menerbitkan kembali Keppres untuk mengaktifkan kembali posisinya Bu Evi.

Wih. Ini mah udah adu kuat-kuatan. DKPP merasa berhak untuk memberikan sanksi terhadap KPU, sementara KPU juga merasa punya hak di hadapan DKPP.

Ibaratnya kayak tim Tony Stark alias Iron Man vs tim Steve Rogers alias Captain America di Civil War Marvel Comics. Hehehe. Dua-duanya bisa dibilang jadi lembaga penting dalam kontestasi elektoral di Indonesia. Namun, dua-duanya bisa saling berseberangan pada momen-momen tertentu.

Baca juga :  Strategi โ€œGajahโ€ Kaesang masuk Pesantren ?

Namun, yang jadi pertanyaan lanjutan, sebetulnya ada apa sih di KPU? Kok tiba-tiba ada konflik kayak gini? Soalnya kalau ngikutin kasusnya, apa yang menimpa Bu Evi berawal dari persoalan seleksi KPU di Sulawesi Tenggara yang disebut menimbulkan kekosongan hukum.

Iya sih, pasti di setiap lembaga sering kali terjadi pelanggaran kode etik. Namun, jika melihat bahwa PTUN mengabulkan gugatan BU Evi, berarti bisa saja beneran ada yang aneh kan dalam benturan ini. Hayooo, apa hayooo. Uppps.

Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)


โ–บ Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

โ€œKita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-samaโ€ โ€“ Ahmad Ali,...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Keluarga Fahri โ€˜Terlatihโ€™?

โ€œDengan modal keberanian dan teror saja, tak banyak yang bisa dicapai dalam kehidupan modern begini.โ€ ~ Pramoedya Ananta Toer PinterPolitik.com Sempat disebut sebagai politikus independen, Wakil...

โ€˜Bubarkanโ€™ Partai Golkar!

โ€œAnda tidak perlu angkat senjata ke medan perang seperti zaman dulu. Anda cukup jangan korupsi saja itu sudah cukup.โ€ PinterPolitik.com Bubarkan???ย Weeeeiiittss, jangan dulu panik. Ini bukan...

BPN โ€œMengancamโ€ Luhut dan Menkeu?

โ€œPenyalahgunaan wewenang politik, makin ramai dengan pelbagai taktikโ€. โ€“ Najwa Shihab Pinterpolitik.com Emang benar ya, ternyata masa lalu itu gak mudah untuk dihilangkan cuy. Seberapa lama...

More Stories

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto โ€” dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Iron Cage Menteri PU

Menteri PU Dody Hanggodo mengungkap pengalaman mengejutkan: ia "dipelonco" birokrasinya sendiri. Draft keputusan disodorkan sore hari saat ia kelelahan, pejabat "untouchable" mengabaikan instruksi, bahkan ASN muda pun berani menghina program prioritas presiden. Di kementerian dengan anggaran Rp118,5 triliun, โ€œrayapโ€ tidak takut pada menterinya.