HomeBelajar PolitikMa'ruf Siap Debat, Berani?

Ma’ruf Siap Debat, Berani?

Kecil Besar

“Jangan sekedar berdebat! Lekaslah lakukan!”


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]idak terasa sudah lima bulan lamanya Ma’ruf Amin terpilih menjadi calon wakil presidennya Jokowi. Selama lima bulan ini sekiranya apa nih gengs yang paling kalian ingat dari janjinya Ma’ruf? Sudahkah ada janji yang berhasil memikat hati kalian untuk menusuk Ma’ruf di TPS? Tusuk gambarnya loh ya, bukan orangnya hehehe.

Hmmm, masa sih kalian enggak ada yang ingat satu pun ungkapan Ma’ruf yang akhirnya bisa menggugah hati kalian? Eyke saja masih ingat beberapa kata yang terlafaz dari bibirnya itu.

Nih contohnya, Ma’ruf janji pemerintah akan membuat pabrik mobil nasional yang nyatanya cuman katanya orang. Itu juga bohongan.

Terus,  soal janji Ma’ruf yang akan berjuang  untuk milenial, tapi enggak tahu tuh milenial yang umurnya berapa. Mungkin milenial umuran 50 tahun ke atas. Wkwkwk, sudah-sudah gengs,  jangan dibahas deh. Nanti eyke malah dimarahin lagi sama Jokowidan dibilang bikin berita kompor. Kan nanti Jokowi bisa ngomong gini juga ke eyke:

“Jangan dengar omongannya G35, itu kabar tidak benar semua. Bisa jadi itu kabarnya berasal dari mulut genderuwo-genderuwo kamvret! Hati-hati deh! Wkwkwk.

Intinya gengs, kalau kalian sampai hari ini belum berhasil dipikat oleh janji-janji kampanyenya Ma’ruf, tunggu aja nanti. Mungkin kalian bisa terpikat saat Jokowi-Ma’ruf duet di forum debat kandidat Pilpres 2019. Kok bisa?

Ya bisa lah gengs, soalnya Ma’ruf baru saja bilang dirinya sudah sangat siap menghadapi debat kandidat itu. Dia mengatakan akan memaparkan kelanjutan dari program-program Nawacita I seperti yang sudah disiapkan tim pemenangan.

Ma’ruf juga mengaku tidak memiliki persiapan khusus menghadapi debat. Dia bilang, cukup berdiskusi kecil saja dengan tim terkait berbagai persoalan dan program-program yang dimiliki pemerintah. Mantap!

Baca juga :  Komprador Gurita Batu Bara

Pas debat kandidat nanti Ma’ruf juga akan persiapkan lompatan-lompatan program yang berkelanjutan.

Ma’ruf juga mengakui Tim Kampanye Nasional (TKN) telah membentuk tim khusus (timsus) guna menyambut debat tersebut. Komposisi tim telah diisi seusia dengan topik-topik debat yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Intinya gengs, bantu doa ya untuk Ma’ruf, semoga tidak ada halangan pas menjelang debat kandidat nanti. Share on X Ehehehe. (G35)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Hakim sudah membaca putusannya. Tapi jauh sebelum itu, publik sudah selesai bersidang di kepala masing-masing.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Ketika hampir semua selat strategis dunia punya wacana bypass secara bersamaan, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kepanikan logistik — dan Indonesia perlu membacanya sebelum terlambat.

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Lex talionis bukan tentang balas dendam, melainkan batas peradaban atas kekerasan. Dalam kasus Taufik Hidayat, prinsip kuno itu menemukan relevansinya kembali, hukuman maksimal bukan ekspresi kebencian, tetapi pengakuan negara atas martabat korban. Saat keadilan diuji, korban tak boleh kalah dua kali.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...