HomeBelajar PolitikAmien Rais Akui TNI Lemah

Amien Rais Akui TNI Lemah

Kecil Besar

“Aku ingin sekali menjadi sepertimu, tetapi aku yakin dirimu merasakan hal yang sama sepertiku. Kamu merasa tidak puas, selalu ingin menjadi sepertinya.”


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]asih belum diketahui dengan pasti apa yang disampaikan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, terkait  kekhawatirannya terhadap Tiongkok yang akan menguasai Indonesia secepatnya. #ngeribanget!

Menurut Amien, saat ini Tiongkok sedang melancarkan misi politik untuk menduduki negara-negara yang bisa menguntungkannya. Aduh, bukan Tiongkok doang keles kalau seperti ini argumennya Amien. Kayaknya Amerika Serikat, Jerman, Inggris atau Malaysia sekalipun melakukan hal yang sama kali, ada-ada bae.

Selain itu Amien juga bilang, Tiongkok belakangan ini sedang melaksanakan politik untuk mengembangkan program lingkungan hidup karena negaranya sudah pengap, maka dia melirik negara yang kira-kira bisa diduduki. Waduh, semakin tidak rasional nih gengs kalau alasanya seperti ini. Kok bisa?

Hmmm, bisa lah cuy! Seandainya Tiongkok merasa negaranya sudah pengap, kenapa harus pilih Indonesia yang nyatanya masuk juga dalam daftar negara yang memiliki penduduk tebesar di dunia? Wkwkwk, kenapa coba Tiongkok enggak milih Afrika atau sekalian Rusia saja yang teritorinya lebih luas dan penduduknya lebih sedikit. Betul apa betul?

Terlepas dari itu semua gengs, intinya Amien bisa bicara seperti ini karena dirinya mengaku pernah dibisiki salah seorang Jenderal TNI supaya peserta Aksi Bela Islam tak tepancing provokasi karena ada tentara Tiongkok yang siap mengamankan aksi tersebut jika keadaan berujung tak kondusif. Weleh-weleh.

Berasa tinggal di Suriah saja ya banyak intervensi militernya. Ngeri cuy, ini negara semakin hari semakin tidak masuk akal saja. Ckckck.

Pokoknya nih gengs, Amien bilang Aksi 212 kemarin jangan sampai merusak toko dan lain-lain, soalnya yang amankan nantinya bukan TNI, tapi tentara Tiongkok yang ada di Indonesia dan ada puluhan ribu pucuk senjata di kota-kota besar. Wkwkwk.

Sebentar deh gengs, kayaknya kalau Amien dibisikin seperti itu bukan sama TNI beneran deh. Kok bisa? Iya bisa lah, coba saja lihat tuh ancamannya TNI yang bisikin: “Jangan rusak toko fasilitas umum dan lain sebagainya”. Itu mah oknum yang nakut-nakutin Amien dan kawan-kawannya saja biar enggak merugikan orang banyak. Betul apa betul?

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Soalnya nih gengs menurut eyke, TNI enggak mungkin juga kok rela kalau negara ini dimasuki oleh tentara negara lain untuk mengamankan keadaan dan pasti akan melakukan pertahanan di wilayah NKRI.

Hmm, terus kalau seandainya apa yang dibilang Amien itu ternyata benar, berarti TNI dan Polri sedang dihina dong. Kenapa? Iya lah, masa TNI dan Polri merelakan tentara lain melakukan intervensi hanya sekedar untuk ngatasin Aksi 212 saja. Betul apa betul? Share on X (G35)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Hakim sudah membaca putusannya. Tapi jauh sebelum itu, publik sudah selesai bersidang di kepala masing-masing.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Ketika hampir semua selat strategis dunia punya wacana bypass secara bersamaan, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kepanikan logistik — dan Indonesia perlu membacanya sebelum terlambat.

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Lex talionis bukan tentang balas dendam, melainkan batas peradaban atas kekerasan. Dalam kasus Taufik Hidayat, prinsip kuno itu menemukan relevansinya kembali, hukuman maksimal bukan ekspresi kebencian, tetapi pengakuan negara atas martabat korban. Saat keadilan diuji, korban tak boleh kalah dua kali.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...