HomeCelotehVaksin Nusantara, Alot di Markas TNI AD?

Vaksin Nusantara, Alot di Markas TNI AD?

Kecil Besar

“(Soal vaksin Nusantara) sudah tutup buku”. – Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan 


PinterPolitik.com

Setelah sekian lama menimbulkan polemik dan tarik menarik kepentingan, akhirnya selesai juga polemik vaksin Nusantara. Kehadiran vaksin yang satu ini udah berasa kayak bau Pilpres yang menimbulkan polarisasi dalam masyarakat.

Bisa jadi memang kemunculan vaksin ini sebenarnya menjadi representasi konteks polarisasi politik itu, terutama dengan masih kuatnya kelompok-kelompok yang berseberangan dengan pemerintah.

Nah, untungnya masalah vaksin ini telah berakhir seiring pertemuan yang dilakukan di Markas TNI Angkatan Darat. Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, KSAD Andika Perkasa, Kepala BPOM Penny Lukito dan Menteri Kesehatan Budi Sadikin.

Baca Juga: Corona, Indonesia Ungguli Singapura?

Rapat ini secara spesifik membahas soal polemik vaksin Nusantara ini. Berasa kayak pertemuan ala-ala Avengers gitu ya, seperti yang terjadi di film Captain America: Civil War.

Rapat ini sendiri disebut-sebut diinisiasi oleh Muhadjir setelah mendapat telepon dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Pak Pratikno menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo untuk mengakhiri polemik vaksin Nusantara. Hmm, udah langsung turun tangan nih Pak Jokowi buat ngasih arahan.

Buat yang belum tahu, vaksin yang dikembangkan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ini memang menuai polemik. BPOM sudah menyatakan vaksin yang berbasis sel dendritik ini tidak lulus uji klinis I. Namun, beberapa anggota DPR dan tokoh-tokoh lain menjadi relawan uji klinis II. Makanya sempat ribut-ribut dengan banyak pihak.

Pertemuan ini sendiri sempat berjalan alot. Kepala BPOM kukuh mengatakan riset vaksin Nusantara masih banyak kekurangan dan uji klinis tak bisa dilanjutkan. Vaksin ini tetap dinyatakan tak lolos uji klinis tahap pertama.

Akhirnya, setelah rapat berlangsung lebih dari dua jam, Andika, Penny, dan Budi meneken nota kesepahaman. Dalam dokumen 3 halaman itu, uji klinis vaksin Nusantara disepakati disetop. Tapi penelitian sel dendritik tetap bisa dilaksanakan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, sebagai riset berbasis pelayanan.

Baca juga :  The One-Man Band

Terapi itu juga tak boleh diperdagangkan dan tak butuh izin edar.

Wih, berasa kayak win win solution buat semua pihak ya. Hmm, semoga prosedur penelitiannya juga berjalan dengan benar. Soalnya, kalau sampai terjadi masalah dengan para penerima vaksin, bisa bahaya juga. Ujung-ujungnya bisa terjadi baku hantam. Uppps.

Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)

โ–บ Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

โ€œBerikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.โ€ PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

โ€œKarakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyataโ€. โ€“ Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

โ€œOrang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,โ€ โ€“ Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswaย  di seluruh penjuru negeri...

Anas Urbaningrum Segera Tantang SBY?

Baliho Anas Urbaningrum tiba-tiba terpasang di dekat Cikeas. Apakah mungkin Anas segera tantang SBY selepas bebas dari penjara?

Soal Gaji, Jurus Kamehameha Sandi

โ€œKau tidak akan pernah menang jika bergantung pada teknik orang lain, dan itu sangat tidak berguna bagi musuhmuโ€. โ€“ Son Goku PinterPolitik.com Anak-anak era 1990-an pasti...

More Stories

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi โ€” Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme โ€” melainkan soal desain.

Komprador Gurita Batu Bara

Pemadaman listrik bergilir kembali menghantui sejumlah wilayah Indonesia. Di baliknya, PLN menghadapi defisit 20 juta ton batu bara yang belum dikontrak dari total kebutuhan 154 juta ton per tahun. Menteri Bahlil sempat membantah, namun tim koordinasi darurat sudah dibentuk โ€” tanda masalah ini lebih serius dari yang diakui.

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...