HomeCelotehPuan Maharani Mencari Celah

Puan Maharani Mencari Celah

Kecil Besar

“Kami di DPR RI mendengar suara masyarakat yang meminta agar peraturan-peraturan terkait larangan mudik diperjelas dan konsisten pelaksanaannya di lapangan”. – Puan Maharani, Ketua DPR RI


PinterPolitik.com

Aturan larangan mudik tahun ini memang mendapatkan sorotan yang luar biasa bagi masyarakat. Bukan hanya soal pembatasan mudik yang duputuskan oleh pemerintah, melainkan juga soal konteks keadilan.

Hingga saat ini belum ada sanksi yang jelas bagi mereka-mereka yang tetap memaksa mudik. Sementara, pemerintah juga dianggap setengah hati soal aturan ini. Warga mudik dilarang, tetapi wisatawan asing tetap diizinkan untuk berkunjung. Hadeh.

Hal inilah yang membuat Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah dan pihak terkait memperjelas peraturan larangan mudik dan konsisten dalam pelaksanaannya. Ini juga terkait larangan mudik bagi masyarakat yang sempat berubah-ubah, seperti munculnya larangan mudik lokal secara mendadak di wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek, Soloraya dan kota lainnya.

Baca Juga: RUU Ciptaker: Kebangkitan Partai Buruh?

Puan menyampaikan hal ini dalam kunjungannya ke daerah-daerah untuk melakukan sidak persiapan pengamanan pelarangan mudik.

Wih, lumayan care juga nih Bu Puan kalau soal kebijakan mudik ini.  

Kepada para petugas tol, Puan meminta mereka tidak terlena dengan laporan penurunan volume kendaraan. Pasalnya, sebelum pelarangan mudik berlaku 6 Mei 2021, sudah banyak masyarakat yang mudik ke kampung halaman.

Puan juga menerima laporan di beberapa titik pemeriksaan terjadi penumpukan yang juga ikut menghambat kegiatan lain selain mudik.

Kunjungan Bu Puan ini juga penuh makna karena doi didampingi langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri PU dan PR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, dan lainnya.

Baca juga :  Cahaya Harapan MK untuk Keterwakilan Perempuan

Wih, full team cuy. Kurang Presiden Jokowi aja. Uppps.

Adapun kepada masyarakat, Puan juga menyarankan agar memilih bersilaturahmi dengan keluarga secara digital sebagai alternatif di masa pandemi seperti saat ini. Mantaps.

Hmm, kalau dipikir-pikir, boleh lah sekali-kali Bu Puan sidak juga di isu yang lain. Kalau boleh kasih usulan, sidak soal bantuan sosial tuh, Bu. Uppps. Itu udah parah luar biasa persoalannya. Ada korupsinya dan lain sebagainya.

Masyarakat banyak loh yang menderita karena kebijakan ini. Sebagai Ketua DPR, kudu menjadi penyambung lidah masyarakat untuk soalan ini.

Eh, lupa ding, kasus ini melibatkan partainya Bu Puan ya. Bakal susah sih kalau gitu. Hehehe. Ampun bunda. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Anas Urbaningrum Segera Tantang SBY?

Baliho Anas Urbaningrum tiba-tiba terpasang di dekat Cikeas. Apakah mungkin Anas segera tantang SBY selepas bebas dari penjara?

Soal Gaji, Jurus Kamehameha Sandi

“Kau tidak akan pernah menang jika bergantung pada teknik orang lain, dan itu sangat tidak berguna bagi musuhmu”. – Son Goku PinterPolitik.com Anak-anak era 1990-an pasti...

Hantu Itu Bernama Esemka

Ia muncul di jalanan kota Solo. Warnanya putih seperti hantu, dengan kaki-kaki yang kokoh nan digdaya seperti namanya. Tapi, kok kayak pernah lihat di...

More Stories

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Komprador Gurita Batu Bara

Pemadaman listrik bergilir kembali menghantui sejumlah wilayah Indonesia. Di baliknya, PLN menghadapi defisit 20 juta ton batu bara yang belum dikontrak dari total kebutuhan 154 juta ton per tahun. Menteri Bahlil sempat membantah, namun tim koordinasi darurat sudah dibentuk — tanda masalah ini lebih serius dari yang diakui.

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...