HomeBelajar PolitikRaja Juli Khawatirkan Nasib Ratunya

Raja Juli Khawatirkan Nasib Ratunya

Kecil Besar

 “Tidak perlu siksaan fisik. Kata-kata yang lemah dan beradab sudah cukup untuk dapat melembutkan hati dan manusia yang keras.”


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]artai Solidaritas Indonesia (PSI) khawatir kalau pegiat tagar #2019GantiPresiden, Ratna Sarumpaet sampai dijadikan tahanan kota, sebagaimana permintaan bersangkutan kepada Polda Metro Jaya.

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni melihat kasus Sarumpaet ini adalah kasus yang besar dan sangat serius! Ditambah adanya dugaan Sarumpaet yang akan “mengasingkan diri” ke luar negeri sebelum dia ditangkap pihak kepolisian, dinilai sebagai cara untuk menghindari proses hukum yang harus dijalaninya.

Wah, bisa jadi cara ratu hoax Indonesia ini mirip-mirip nih seperti yang dilakukan senior kita yang lagi ada di Makkah gengs. Wkwkwk.

Menurut Raja, kemungkinan Sarumpaet menghilangkan barang bukti berpeluang besar bila dijadikan tahanan kota. Sehingga Polisi bisa kesulitan mengungkap pihak-pihak terkait dalam penyebaran hoax yang dinilainya merusak kedamaian rakyat Indonesia. Weleh-weleh.

Kayaknya Raja optimistis banget nih kalau kebohongan Sarumpaet itu terjadi karena ada skema yang sistematis. Apa mungkin ya Raja mencurigai yang terlibat di belakang kasus ini adalah Amien Rais yang kabarnya akan dipanggil oleh pihak kepolisian?

Atau Raja malah meyakini Prabowo lah yang ada di belakang skema ini semua? Weleh-weleh, hati-hati loh bang, praduganya bisa dilaporin balik! Ckckck. Share on X

Raja yang mencurigai ada skema yang tersistematis di balik kebohongan besar ini sampai mengatakan alasan kesehatan seperti disampaikan pengacara Sarumpaet sangat mengada-ada.

Menurut Raja bila memang sakit, Ratna tetap bisa berobat di dalam tahanan. Apalagi meski telah berusia lanjut Ratna selama ini terlihat segar bugar, sehingga bisa keliling Indonesia menebar kebencian melalui #2019GantiPresiden.

Bahkan menurut Raja, Ratna juga terlihat sangat sehat ketika berencana melancong jauh ke Chile. Meski saat ini Raja sangat mempercayakan kasus ini kepada kepolisian untuk memutuskan apakah pengajuan tahanan kota Ratna diterima atau ditolak. Raja tetap berharap polisi menolaknya. Wah tega juga ya Raja sama ratunya yang unyu ini gengs. Wkwkwk.

Gimana menurut kalian, apa kalian sepakat sama Raja kalau ratu memang sepantasnya tidak menjadi tahanan kota? Atau kalian lebih sepakat kalau ratu yang sudah berumur itu dilepas aja, mbok doi kan sudah minta maaf. Namanya juga manusia, apalagi sudah tua, maklumlah berlaku seperti… Wkwkwk. (G35)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_img

#Trending Article

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Ketika hampir semua selat strategis dunia punya wacana bypass secara bersamaan, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kepanikan logistik — dan Indonesia perlu membacanya sebelum terlambat.

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...