HomeCelotehAktivis 98 Ajari Pemimpin  

Aktivis 98 Ajari Pemimpin  

Kecil Besar

“Mana di mana anak kambing saya, anak kambing saya ada di pohon waru.” ~ Lagu Nasional


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]erima kasih Aktivis 98, generasi jaman now memang sudah sepatutnya menanamkan kebangaan yang mendalam terhadap perjuangan militan yang telah kalian lakukan pada masa itu.

Berbeda zaman, berbeda perilaku. Seakan tak berdaya, generasi jaman now menjadi jauh dari yang diharapkan para aktivis karena generasi ini dianggap tidak dapat melakukan hal yang serupa dengan generasi militan itu.

Terima kasih karena telah membuka pintu demokrasi yang sebesar-besarnya untuk generasi jaman now, yang akhirnya generasi ini menjadi sulit diatur dan malas bicara politik.

Tidak perlu risau kami bodoh, kami akan tetap anggap demokrasi ini adalah warisan berharga, pemberian kakak yang terindahkan.

Kakak, hari ini sulit bagi kami membedakan nada. Mengapa semua bernada indah? Kami merasa berada di dalam orchestra yang dipenuhi kerumunan lebah. 

Kakak, tak banyak kata, hanya ucap terima kasih untuk kakak sebagai Aktivis 98. Kakak terima kasih telah ciptakan “raja-raja kecil” bernada mayor di berbagai daerah, dan terima kasih masih berniat untuk bertangung jawab atas itu.

Bagi kami kakak bagai pelita di siang yang terik. Hmmm.

Terima kasih kakak telah mengajarkan kami bagaimana caranya merusak dan bertangung jawab.

Saat berdebat tentang radikalisme, kakak malah bilang radikal yang dimaksud adalah berpikir, bertindak, sesuai dengan kebutuhan bersama demi tercapainya tujuan yang diinginkan.

Kami masih belum mengerti apa yang kakak maksud, maklum kami terlalu banyak makan micin. Kak, boleh kami bertanya?

Kakak bilang, komunikasi yang sulit kalian bangun membuat kalian semakin radikal? Jalan kaki adalah jalan satu-satunya untuk kalian jalin komunikasi antar kampus?

Untuk satu tujuan ya? Yang akhirnya sekarang terpecah dan mungkin ada yang menjilat ludahnya sendiri dengan kelompok-kelompok yang dilawan saat dulu? Maaf jika kami lancang kak.

Mengapa sekarang kakak terpecah? Apa kami kurang belajar sejarah? Maka ajari kami kak.

Kalian ingin mendorong generasi jaman now untuk berpikir kritis? Demi masa depan yang lebih baik? Kalian angap kami tidak berpikir? Maka mohon ajari kami berpikir.

“Jangan kau teriak maling, jika memang tidak pernah mau mengakui maling, jangan teriak bodoh kalo tidak mau mengaku bodoh. Bahwasanya kami tidak takut, tapi kami menunggu waktu yang tepat dan menunggu kalian berhenti medikte, kami akan bersatu menunggu generasi kalin berdiri di pucuk kekuasaan.”

Terima kasih atas doa dan masih mau mengkritik fenomena politik di bangsa yang kami banggakan ini. (G11)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...