HomeCelotehEnkaeri, Masa Depan Bangsa

Enkaeri, Masa Depan Bangsa

Kecil Besar

Ibu Esther jadi orang yang merasakan mimpi jadi nyata. Sepanjang kehamilannya, dia ngidam untuk bertemu Menteri Keuangan Sri Mulyani. Mimpinya terwujud, Sabtu (28/10) kemarin.


PinterPolitik.com

Pada peringatan Hari Oeang ke-71 kemarin, terselip cerita manis dari Esther Butet Siahaan. Esther adalah penggemar berat Sri Mulyani, Menteri Keuangan. Saat mendatangi Kementerian Keuangan ihwal acara tersebut, Esther punya maksud lain.

Ia ingin berfoto dengan Ibu Menteri. Keinginannya ini telah ia genggam sejak hamil dan telah ia utarakan pada suaminya, Bapak Sitinjak. Namun, mereka terhalang kendala karena harus berdinas di Sumatera Utara.

Bagi Esther, Sri Mulyani tak hanya ibu, tapi juga nenek. Hettt dah seenaknya aja manggil nenek.

“Bagi saya, Ibu Sri Mulyani merupakan teladan. Ibu, bukan hanya sebagai pemimpin, tetapi seorang ibu, dan nenek yang baik. Sharing ibu, tentang keseimbangan keluarga dan pekerjaan. Sangat bermanfaat bagi kami.”

-Esther Siahaan, pengagum Sri Mulyani-

Eh tapi, maksudnya baik kok. Sri Mulyani udah seperti nenek dari anak di kandungannya. Soalnya, Sri Mulyani sudah menasehati Esther bagaimana menjadi keluarga yang baik.

Bagaimana menyeimbangkan keluarga dan pekerjaan. Bagaimana ia menjadi istri yang baik bagi suami dan ibu yang baik bagi anak.

Baca juga: Antara Srikandi dan Srigala

Pokoknya, Sri Mulyani sudah menasehati seperti ibunya Ibu Esther. Nah, berarti Sri Mulyani neneknya anaknya Ibu Esther kan? Duh apasih, pusing.

Yang hebat adalah, di hari itu juga, janin Ibu Esther berkontraksi dan ia melahirkan. Tanpa pikir panjang (eh, gatau sih mungkin udah dipikirin), ia memberi nama anaknya Enkaeri. Ya, Enkaeri.

Enkaeri Sitinjak bersama kedua orang tuanya (Foto: Facebook Esther ButetSiahaan)

Enkaeri (NKRI) Sitinjak adalah nama yang begitu indah bagi seorang yang nasionalis seperti Ibu Esther dan keluarga. Kamu-kamu yang ngaku nasionalis mau gak ngasih nama anak kamu Pancasila? Atau Bhinneka? Hmm, saya sih belum menemukan.

Nama adalah mimpi dan jalan hidup. Pasti itu yang diyakini oleh Ibu Esther dan keluarga. Ia mengatakan, kalau ia ingin anaknya kelak berbakti dan berguna bagi bangsa dan negara, seperti halnya Ibu Sri Mulyani saat ini.

Kamu kalau ngga mau kasih nama nasionalis begitu berarti nasionalisme kamu palsu ya?! Hehe bercanda deng, gak begitu menilainya. Yang penting kamu berperan sesuai kemampuan kamu ya, bagi bangsa ini! (R17)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Mengejar Industri 4.0

Revolusi industri keempat sudah ada di depan mata. Seberapa siapkah Indonesia? PinterPolitik.com “Perubahan terjadi dengan sangat mendasar dalam sejarah manusia. Tidak pernah ada masa penuh dengan...

Jokowi dan Nestapa Orangutan

Praktik semena-mena kepada orangutan mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), praktik-praktik itu terus...

Indonesia, Jembatan Dua Korea

Korea Utara dikabarkan telah berkomitmen melakukan denuklirisasi untuk meredam ketegangan di Semenanjung Korea. Melihat sejarah kedekatan, apakah ada peran Indonesia? PinterPolitik.com Konflik di Semenanjung Korea antara...