HomeDuniaPerang Saudara di Kota Aleppo dan 10 Faktornya

Perang Saudara di Kota Aleppo dan 10 Faktornya

Kecil Besar

pinterpolitik.comSenin, 19 Desember 2016.

Pertempuran Aleppo adalah konfrontasi besar militer di Aleppo, kota terbesar di Suriah, antara oposisi Suriah (termasuk Tentara Pembebasan Suriah, dan pejuang Sunni), bekerja sama parsial dengan Angkatan Darat, yang mencakup Jabhat Fateh al-Sham di dalamnya. Pemberontak di Suriah terpecah-pecah menjadi al-Qaida, terhadap Angkatan Bersenjata Suriah dari Pemerintah Suriah yang didukung oleh Hizbullah dan milisi Syiah dan Rusia, dan juga terhadap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi. Pertempuran dimulai pada 19 Juli 2012 dan juga merupakan bagian dari Perang Saudara Suriah yang sedang berlangsung.

Aleppo. Syria.

Inilah 10 perkara yang perlu diketahui tentang perang Aleppo dan Suriah.

1. Siapa yang saling berperang di Suriah?

Pemerintah Suriah secara umum memerangi kelompok-kelompok pemberontak. Perang terjadi di beberapa tempat dengan berbagai cara. Setiap kelompok mengalami bentrok dengan kelompok lainnya. Di beberapa tempat, rezim Bashar al Assad memerangi ISIS. Dan di tempat lainnya pemberontak juga memerangi ISIS.

2. Bagaimana semua itu bermula?

Semuanya bermula setelah musim Semi Arab pada tahun 2011. Berbagai unjuk rasa anti-pemerintah terjadi di berbagai negara di Timur Tengah. Rakyat mengungkapkan kemarahannya terkait pejabat yang korupsi. Saat rezim menanggapi aksi-aksi itu dengan kekerasan, banyak pengunjuk rasa yang menganggap jika satu-satunya cara untuk menghadapi pemerintah adalah dengan mempersenjatai diri dan menggulingkan rezim. Hal inilah yang mengembangkan perang saudara hingga berlarut-larut.

3. Siapakah Presiden Bashar al-Assad?

Presiden Bashar al-Assad sebenarnya bukan orang yang seharusnya memegang pemerintah. Ia awalnya dikirim kuliah ke London untuk jadi dokter mata. Namun, saat kakaknya meninggal dia di panggil untuk kembali ke Suriah dan diminta untuk mengambil alih kekuasaan jika ayahnya meninggal.

Ia menggantikan ayahnya pada tahun 2000. Dan saat itu banyak harapan dari orang-orang yang merasa ini sebagai kesempatan untuk menjadi lebih liberal untuk membuat semuanya jadi lebih terbuka. Namun, semua harapan itu tak pernah didapatkan setelah 2011 kita menyaksikan kebrutalan rezim yang tak segan melakukan kekerasan.

4. Mengapa Rusia membantunya?

Kenapa Rusia membantunya. Ada beberapa pendapat berbeda mengenai hal ini. Ada yang bilang jika Rusia memiliki pangkalan Angkatan Laut di pesisir Suriah. Yang lain mengatakan, Rusia juga ingin turut membasmi kaum ekstrimis Islamis. Lalu, Tim Eaton meyakini jika semua ini adalah permainan kekuatan global dari Rusia untuk membuat diri mereka sejajar dengan Amerika Serikat.

5. Siapa saja para pemberontak itu?

Para pemberontak itu menggambarkan diri mereka sebagai ‘konstelasi berbagai entitas.’ Ada banyak kelompok. Beberapa di antaranya dianggap sebagai kelompok teror. Ada juga kelompok pemberontak yang Barat tidak bisa mendukung, antara lain kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS. Ada brigade Tentara Merdeka Suriah, yang merupakan mitra Barat dan dipercaya sebagai kelompok moderat. Di tengah, ada kelompok-kelompok Islam yang negara-negara Barat tidak tahu bagaimana cara menanganinya.

6. Mengapa Aleppo begitu penting?

Mengapa Aleppo sangat penting? Itu karena Aleppo merupakan kota terbesar kedua di Suriah. Pemberontak yang berhasil menguasai kota itu bisa menampilkan diri sebagai alternatif yang kredibel dibanding pemerintah. Kekalahan di sana merupakan hal yang sangat menentukan dalam perang, dan juga dampaknya sangat buruk terhadap moral. Jatuhnya Aleppo bukan berarti perang berakhir, tapi akan segera berakhir.

7. Apakah akan ada Aleppo lain?

Aleppo kini menjadi kota yang runtuh jadi puing-puing. Berbagai berita dan gambar menunjukkan penderitaan manusia yang sangat pedih. Dibutuhkan waktu enam bulan bagi pemerintah untuk merebut kembali Aleppo dengan pemboman yang brutal. Seluruh horor itu akan terjadi lagi di tempat lain. Ada lebih dari 11 juta orang yang harus mengungsi akibat perang.

8. Bagaimana skala penderitaan sebenarnya di Suriah?

Keadaan di Suriah begitu mengerikan. Kehancuran dan penderitaan sangat sulit untuk digambarkan. Ada sekitar lebih dari 500.000 orang terbunuh dan lebih dari 11 juta orang mengungsi dari rumahnya atau dari negara itu. Jumlah itu diperkirakan sama dengan setelah jumlah penduduk Suriah sebelum perang.

9. Mengapa banyak negara maju cuma berdiam diri?

Pada tahun 2013, ratusan orang terbutuh dalam serangan kimia. Negara-negara seperti Amerika dan Prancis menyebut hanya pemerintah Suriah yang punya kemampuan senjata kimia. Mereka mengancam akan melakukan serangan militer. Di Inggris, para anggota perlemennya sudah melakukan pemungutan suara yang hasilnya menolak pemboman ke Suriah.

10. Bagaimana orang seperti kita bisa membantu?

Tim Eaton mengatakan bahwa menyumbang kepada lembaga sosial yang bekerja di Suriah adalah satu-satunya pilihan untuk memberikan bantuan. Karena sulit untuk melakukan kerja kemanusiaan di medan perang. “Sungguh saya kira orang-orang bisa mendorong agar masalah ini menjadi agenda dan kepedulian para politikus,” ujar Tim Eaton. “Apa yang terjadi di Aleppo tak bisa dianggap sebagai sekadar kejadian biasa,” lanjutnya. “Terang-terangan saja: kita tak melihat kepedulian dan tanggung jawab (para politikus) tentang masalah ini. Kita harus menuntut agar para politikus mengemban kewajiban mereka soal ini,” lanjutnya lagi.

spot_imgspot_img

#Trending Article

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Sugianto Kusuma mungkin bukan nama yang Anda ingat saat membeli iPhone. Tapi dialah yang berdiri di balik...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Negara menyebut mereka tulang punggung ekonomi, semakin lama mereka semakin hilang. Mereka tidak memiliki jaminan seperti kelas bawah dan mereka tidak punya akses sebesar kelas atas. Tetapi, mereka dipilih untuk menanggung semuannya.

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

Adu Nasib Rusdi-Sandi

Dua pengusaha besar, dua jalan politik berbeda. Rusdi Kirana berakar kuat di PKB hingga menjadi elite nasional, sementara Sandiaga Uno gagal mengangkat PPP dari keterpurukan. Mengapa modal, popularitas, dan jaringan tak cukup menyelamatkan partai yang rapuh?

More Stories

UMKM Motor Ekonomi Dunia

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang sangat vital di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di negara-negara berkembang seperti Indonesia...

Jembatan Udara Untuk Papua

PinterPolitik.com JAKARTA - Pemerintah akan memanfaatkan program jembatan udara untuk menjalankan rencana semen satu harga yang dikehendaki Presiden Joko Widodo. Menurut Kepala Pusat Penelitian dan...

Kekerasan Hantui Dunia Pendidikan

PinterPolitik.com Diklat, pada umumnya dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dan pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian serta etika kepada anggota baru. Namun kali ini, lagi-lagi Diklat disalahgunakan, disalahfungsikan, hingga...