HomeCelotehJokowi Kalah Taruhan dengan Megawati?

Jokowi Kalah Taruhan dengan Megawati?

Kecil Besar

Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung soal tantangan โ€œtaruhanโ€ antara dirinya dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Apa โ€œtaruhanโ€ yang dimaksud oleh Megawati?


PinterPolitik.com

โ€œBet a boy get scurred. Don’t run up in my lane. I don’t want you in my lane. You a lame. Get swervedโ€ โ€“ Aminรฉ, โ€œCarolineโ€ (2016)

Waktu itu, pada tanggal 22 November 2022, ada sesuatu hal yang tidak terduga terjadi. Di sebuah kota bernama Lusail di Qatar, sebuah pertandingan berujung pada hasil yang mengejutkan banyak orang.

Pertandingan itu adalah sebuah pertandingan antara dua tim nasional (timnas) sepak bola, yakni Argentina dan Arab Saudi, guna memperebutkan tiket ke babak selanjutnya di antara tim-tim lainnya di Grup C Piala Dunia Qatar 2022.ย 

Gimana nggak? Timnas Argentina yang digadang-gadang menjadi tim jagoan banyak orang ternyata harus kalah dengan Arab Saudi. Meski mulanya unggul dengan gol tendangan penalti dari Lionel Messi, Argentina harus kebobolan dua gol di awal-awal babak kedua โ€“ dari Al-Shehri dan Al-Dawsari.

Sontak saja, banyak penggemar Argentina terkejut atas kekalahan tim favorit mereka. Namun, tidak hanya para penggemarnya, mereka yang memasang taruhan untuk kemenangan Argentina pun jelas terkejut.

Memang sih, permainan taruhan seperti ini tidak selalu diketahui outcome pastinya. Walaupun beberapa faktor telah diukur, hasilnya ternyata bisa saja berujung di luar ekspektasi.

Ya, meskipun tidak ada yang tahu pasti outcome-nya, kadang kita menemukan kesenangan di balik sepak bola melalui permainan โ€œuangโ€ ini. Mungkin, ini karena sepak bola adalah unsur budaya yang menjadi bagian integral dari kehidupan banyak orang โ€“ sehingga bisa membuat jantung berdebar-debar saat pertandingan berlangsung.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Nah, taruhan yang bisa membuat berdebar-debar ini ternyata tidak hanya terjadi di dunia sepak bola, melainkan juga di dalam dinamika politik. Se-enggak-nya, itulah yang dirasakan oleh Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri.

Di pidatonya pada HUT ke-50 PDIP kemarin, Bu Megawati bilang kalau dirinya masih unggul dalam satu jenis โ€œtaruhanโ€ yang dia lakukan dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). โ€œAlhamdulillah, skornya sampai (saat) ini, saya masih menang,โ€ ujar Bu Mega.

Megawati Tagih Balas Budi Jokowi

Hmm, emang-nya skor dalam apa sih? Ternyata, oh, ternyata, skor yang dimaksud adalah perlombaan jumlah daerah yang dikunjungi untuk turun ke โ€œbawahโ€ โ€“ alias untuk menemui masyarakat secara langsung. 

Yaelah, bilang aja maksudnya adalah blusukan, kan, Bu? Hehe. Kenapa ya PDIP ini begitu obsessed dengan blusukan? Nggak hanya Pak Jokowi, Bu Mega juga kerap minta putrinya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, untuk blusukan ke masyarakat.

Ya, mungkin, kalau pembuat thrill bagi mereka yang taruhan di Piala Dunia adalah sepak bola, pencipta thrill buat orang-orang PDIP adalah blusukan. Sampai-sampai, blusukan dijadikan taruhan. Mungkin lho ya. Hehe.

Boleh jadi, blusukan ini berusaha dijadikan semacam branding utama PDIP. Bila benar, blusukan menjadi ciri khas PDIP, Bu Mega mungkin ingin membangun party identification (Party ID) dari PDIP demikian.

Party ID sendiri adalah proses identifikasi bagaimana para pemilih melihat partai yang mereka pilih atau dukung. Gampangnya, bagaimana identitas partai politik (parpol) bisa sejalan dengan identitas atau jati diri yang dimiliki oleh pemilihnya.

Hmm, emang gimana Party ID yang dimiliki oleh PDIP? Apa hubungannya dengan blusukan yang kerap dilakukan oleh para penggawa PDIP ini โ€“ mulai dari Bu Mega, Pak Jokowi, hingga Mbak Puan (meski baru-baru ini)?

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Mengacu pada tulisan Marcus Mietzner yang berjudul Ideology, Money and Dynastic Leadership: The Indonesian Democratic Party of Struggle, 1998โ€“2012, PDIP memiliki Party ID yang dekat dengan sejumlah kelompok yang berbeda. Salah satunya adalah kelompok masyarakat yang berpendapatan rendah (low-income) dan hanya mengenyam pendidikan dasar (basic education).

Mungkin, inilah kenapa akhirnya blusukan menjadi jenis โ€œsportโ€ yang diperlombakan di antara kader-kader PDIP. Blusukan bisa jadi cara para basis pemilih PDIP mengidentifikasikan diri dengan parpol pilihan mereka.

Hmm, kira-kira, siapa yang paling banyak ya skornya dalam hal blusukan? Gimana kalau, biar nggak bingung, Bu Mega bikin turnamen blusukan aja? Siapa tahu, kan, akhirnya bisa tuh menentukan pilihan calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024? Hehe. (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

โ€œKita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-samaโ€ โ€“ Ahmad Ali,...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor โ€˜Recehโ€™ Jokowi

โ€œSelera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.โ€ PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono โ€˜Si Pengguncangโ€™ Dunia

โ€œBeri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.โ€ ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

More Stories

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?

Najwa Shihab dan Kebangkitan Gossip-cracy

Najwa Shihab diam soal aksi 12 Juni, lalu dituding "antek". Benarkah publik sedang salah alamat dalam menagih pertanggungjawaban?

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia?ย