HomeNalar PolitikApa Kabar Anies-Sandi?

Apa Kabar Anies-Sandi?

Kecil Besar

Empat bulan lagi Anies dan Sandi bakal dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, kira-kira kesibukan apa yang mereka lakukan sekarang?


PinterPolitik.com

Geliat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta usai dengan hasil pasangan calon (paslon) Anies Baswedan dan Sandiaga Uno atau yang akrab disapa Anies-Sandi keluar sebagai pemenangnya. Walau keduanya baru akan resmi menjabat Oktober 2017 nanti, namun bagaimana cara mereka menyiapkan diri menuju hal tersebut sembari menjalani kegiatan sehari-hari menarik untuk diikuti.

Hampir sepekan kemarin, Anies dan Sandi memenuhi aktivitasnya dengan mengunjungi keluarga, juga berbagai tokoh, dan komunitas. Dari yang terkait bidang politik, olahraga, sampai pemerintahan satu per satu Anies-Sandi coba sambangi.

Selasa, 13 Juni, Merayakan Macan Kemayoran

Anies dan Sandi, melalui akun Twitternya melancarkan semangat kepada tim Persija yang hari itu akan menghadapi Perseru Serui dalam lanjutan kompetisi sepakbola nasional Liga 1. Pertandingan yang berakhir kemenangan Persija 3-0 itu pun kembali disambut gembira oleh Anies. Melalui akun twitternya Anies mengatakan, “Selamat untuk Macan Kemayoran, semoga kemenangan malam ini menular juga ke Timnas Garuda yang sedang menjamu Puerto Rico.”

Bicara soal ‘Macan Kemayoran’, tentu tidak lepas juga dari janji Anies-Sandi terkait pembinaan olahraga di Jakarta. Pada November 2016, Anies-Sandi sempat menjanjikan pembangunan stadion bertaraf internasional untuk Persija. “Stadionnya nanti bertaraf internasional ya. Rumputnya nanti seperti di Manchester United. Tempat duduknya bakal seperti di Jerman, Bayern Munchen ya,” ujar Sandi waktu itu.

Rabu, 14 Juni, Mulai Jalani Program OK OCE

Seolah tidak ingin programnya dilupakan oleh masyarakat, Sandi meresmikan Rumah Pangan OK OCE dan membagikan sembako di Jalan Bangka X, Mampang, Jakarta Selatan. Pendirian Rumah Pangan ini adalah salah langkah untuk mewujudkan OK OCE Stock Center di tingkat kelurahan, RT, dan RW di Jakarta.

Sandi sendiri menyatakan kebanggaannya terhadap Rumah Pangan OK OCE. Dia berharap hal tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk mendapat kebutuhan pokok yang terjangkau, khususnya menjelang lebaran.

“Yang kita inginkan adalah bagaimana kita bisa membantu warga yang mengalami kesulitan khususnya biasanya di tiap akhir Ramadhan harga sembako naik. Mudah-mudahan ke depan di bawah pemerintah yang baru setelah Oktober kita bisa juga punya program yang menyentuh kebutuhan warga, khsusunya lapangan pekerjaan.” ujar Sandi.

Sandi memberi pengarahan di Rumah Pangan OK OCE

Sementara itu, Anies ‘pulang kampung’ ke Yogyakarta guna mengantarkan ibundanya, Aliyah Rasyid. Di kota tempat dia menghabiskan masa kecilnya itu Anies menyibukkan diri dengan bertemu ibu guru sekolah dasarnya, kerabat, serta kawan-kawannya di sekitar rumahnya dahulu.

Anies bersama ibundanya

Jumat, 16 Juni, Buka Bersama Gerindra

Anies-Sandi menghadiri acara buka puasa bersama DPP Partai Gerindra – partai pengusung mereka di Pilkada DKI Jakarta lalu. Acara yang digelar di kantor DPP Partai Gerindra, Jalan R.M. Harsono nomor 54, Ragunan, Jakarta Selatan dihadiri Ketua Umum Prabowo Subianto, Wakil Ketua Umum Fadli Zon, dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani.

Baca juga :  Cuan Bengkel C-130 Hercules Majalengka

Seusai acara, Sandi mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut Prabowo berpesan untuk terus menangkap aspirasi masyarakat. ‎”Bahwa ekonomi terutama yang ada di sektor riil belum sepenuhnya bisa bergerak sehingga banyak masyarakat yang mengeluh. Harus disiapkan kebijakan yang membantu masyarakat khususnya di masyarakat kelas menengah ke bawah‎,” ujar Sandi.

Doa bersama sesuai buka bersama

Sabtu, 17 Juni, Mengambil Hati Perangkat Daerah

Anies dan Sandiaga Uno mengadakan buka puasa bersama dengan jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov DKI di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Tahmrin, Jakarta Pusat.

Tidak ketinggalan pula, hadir pula acara tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah dan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung). “Kita mengundang pertemuan dengan seluruh SKPD dalam rangka silaturahmi. Kita harapkan ada komunikasi yang lebih lancar dan diakhiri dengan buka puasa bersama. Nggak ada pembicaraan khusus. Kita hanya ingin mengapresiasi kinerja tim sinkronisasi dengan SKPD ini sudah sangat cepat. Dan progresnya sesuai jadwal.” ujar Sandi.

Tentu dalam hal ini, komunikasi politik yang baik tidak hanya dibangun antar elit, tetapi juga dengan para jajaran birokrasi yang nanti akan bekerja bersama dalam satu periode pemerintahan.

Bercengkerama dengan perangkat daerah

Senin, 19 Juni, Bertemu Bang Yos

Sosok yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi warga DKI Jakarta, Anies dan Sandi menyambangi kediaman mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Jalan Kalimanggis No. 100 Cibubur, Jakarta Timur, guna bersilaturahmi serta berbuka puasa bersama.

Dalam pertemuan tersebut, Anies mengatakan bahwa pria yang akrab dipanggil Bang Yos itu banyak menceritakan pengalamannya saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI dua periode (1997-2002 dan 2002-2007). Bang Yos juga memberi banyak masukan tentang hal-hal yang harus Anies dan Sandi saat keduanya nanti resmi menjabat.

Bang Yos sangat mengapresiasi kunjungan ini. Menurutnya, kedatangan Anies dan Sandi merupakan sebuah penghargaan bagi seorang ‘senior’  yang pernah memimpin Ibu Kota.

“Kunjungan ini kita anggap sebuah kehormatan bagi kami sekeluarga, karena kami seniornya, dalam konteks Gubernur DKI. Ini menandakan Gubernur Jakarta yang terpilih punya sifat bahasa Jawa andhap asor, rendah hati, memberikan kehormatan bagi seniornya. Kalau beliau berdua bisa menyambungkan ini orang juga makin optimis Indonesia juga bisa seperti ini ” ujar Bang Yos.

Anies berbicara dengan Sutiyoso

Tampaknya bertemu Bang Yos adalah suatu ritual wajib gubernur DKI Jakarta. Di hari pertama masa kerjanya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi bertemu dengan Bang Yos Balai Kota. Begitupula Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Fauzi Bowo.

Memang, untuk bisa dibilang seniornya pemimpin DKI Jakarta, pengalaman Bang Yos tidak main-main. Pria yang mengawali karirnya sebagai militer sebagai Asisten Personel Kopassus (1988) dan mengakhiri karir sebagai Pangdam Jaya (1996) tersebut menjadi Gubernur DKI Jakarta kala krisis moneter melanda. Krisis ini pun berakibat pada demonstrasi besar-besaran di Ibukota untuk menuntut Soeharto mundur dari jabatan Presiden RI. Walaupun pada akhirnya Mei 1998 Soeharto resmi mengundurkan diri, situasi Ibukota selanjutnya pun masih dirundung konflik dan kerusuhan massal.

Baca juga :  Iron Cage Menteri PU

Mengingat sisi unik dari hal tersebut, Bang Yos mengalami lima pergantian Presiden RI, dari Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrachman Wahid, Megawati, sampai ke Susilo Bambang Yudhoyono.

Selasa, 20 Juni, Memantau Harga Sembako

Sementara ituSandi berkunjung ke Pasar Cipete Selatan guna memantau harga sembako yang dijual di pasar tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan ini, Sandi mengaku bahwa harga sembako masih tinggi.

“Kita sekarang mengecek di hilirnya sekali, kemarinkan di hulunya, bersama dengan rekan-rekan APSI (Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia), kita pantau harga-harga relatif masih Alhamdulillah untuk komoditas beras, bawang merah dan bawang putih masih agak tinggi,” ujar Sandiaga, “Di level pembeli minatnya masih di daging segar, ini jadi PR buat kita semua, kinerja kolaborasi antara BUMD dan BUMN, dan Bulog juga, harus dihadirkan stabil.”

Kabarnya, selepas mengunjungi Pasar Cipete Selatan, Sandi bakal berangkat ke Bandung, Jawa Barat (Jabar) untuk menemui Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher). Pembicaraan seperti apa dan apa hasil dari perbincangan Sandi dan Aher yang memang masih menjadi misteri. Namun demikian, kegiatan tersebut dapat dibaca sebagai ancang-ancang koordinasi politik menuju tahta DKI 1. Pasalnya, Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang paling ‘bersenggolan’ dengan Jakarta.

Apa Kabar Anies-Sandi
Sandi bertanya kepada seorang pedagang di Pasar Cipete

Sandi Sempat Dipanggil Polisi

Jika Anies dalam kunjungan umrahnya awal Juni lalu mendapat hadiah kiswah (kain penutup Kabah) dari pengurus Masjidil Haram, tampaknya nasib Sandi tidak seuntung pasangannya itu. Kemarin, Senin (19/6),  Sandi justru mendapat panggilan dari Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penggelapan tanah senilai Rp 8 miliar di Curug, Tangerang.

Seharusnya Sandi diperiksa sebagai saksi untuk pihak terlapor Andreas Tjahyadi pada Selasa (20/6) pukul 10.00 WIB. Akan tetapi, Sandi tidak dapat menghadiri panggilan tersebut. Dalihnya, dia sudah memiliki kegiatan yang sudah dijadwalkan sebelumnya

“Kami ingin memenuhi panggilan tersebut. Tapi sayangnya bersamaan dengan jadwal pertemuan di luar kota, yang sidah disusun sejak dua bulan lalu,” kata Sandi di Jakarta, Senin (19/6).

Memang masih empat bulan lagi Anies dan Sandi resmi menjabat gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, akan tetapi bukankah pemimpin yang baik adalah dia yang mampu bersiap diri dengan segala hal yang terjadi. Seperti kata Abraham Lincoln, “Give me six hours to chop down a tree and I will spend the first four sharpening the axe.”

(H31)

 

 

 

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_img

#Trending Article

Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Presiden datang dan pergi, tetapi satu fungsi selalu bertahan, the fixer. Dari Orde Baru hingga era Presiden Prabowo, Indonesia terus melahirkan operator negara yang menjembatani politik, birokrasi, dan ekonomi. Mengapa begitu banyak figur tersebut berasal dari Partai Golkar? Di sinilah kisah tentang "kawah chandradimuka" para pengelola kekuasaan dimulai

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Sugianto Kusuma mungkin bukan nama yang Anda ingat saat membeli iPhone. Tapi dialah yang berdiri di balik...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Negara menyebut mereka tulang punggung ekonomi, semakin lama mereka semakin hilang. Mereka tidak memiliki jaminan seperti kelas bawah dan mereka tidak punya akses sebesar kelas atas. Tetapi, mereka dipilih untuk menanggung semuannya.

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

More Stories

Simpang Siur Suara Yusril

Heboh, kata Yusril, Jokowi sudah bisa digulingkan dari jabatan presidennya karena besarnya utang negara sudah melebihi batas yang ditentukan. Usut punya usut, pernyataan tersebut...

Elit Politik Di Balik Partai Syariah 212

Bermodal ikon '212', Partai Syariah 212 melaju ke gelanggang politik Indonesia. Apakah pembentukan partai ini murni ditujukan untuk menegakan Indonesia bersyariah ataukah hanya sekedar...

Blokir Medsos, Kunci Tangani Terorisme?

Kebijakan pemerintah memblokir Telegram menuai pujian dan kecaman. Beberapa pihak menilai, hal tersebut merupakan bentuk ketegasan pemerintah terhadap mereka yang turut memudahkan jaringan terorisme...