Berbalut rompi oranye narapidana, Immanuel Ebenezer melempar metafora “anjing liar” yang menyentil kecil kebisingan besar alam politik. Apakah ini strategi bumerang dari balik jeruji, atau sinyal negara yang berubah menjadi predator? Di antara ilusi dan fakta, publik dipaksa menafsir ulang wajah keadilan yang kian kabur.