Presiden Prabowo menyebut mereka “kancil”. Bukan penguasa bertaring, melainkan elite adaptif penjaga keseimbangan. Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia mungkin secara tak langsung menunjukkan bahwa politik modern dimenangkan oleh negosiasi, koneksi, dan eksekusi.
Seruan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada TNI dan Polri agar tidak mengintimidasi rakyat agaknya terkait dengan asumsi dan persepsi keberpihakan di Pemilu dan PIlpres 2024. Namun, jika ditarik urutan peristiwa dan maknanya, seruan itu kiranya tak dapat dilepaskan dari khazanah “relasi” angkatan bersenjata dengan politik dan kekuasaan di Indonesia.
Jadi seru nih Mas Kaesang vs Pak Hasto
Setelah Ketum PSI Kaesang Pangarep meng-ulti PDIP mengenai politisasi bansos dengan mengaitkannya dengan korupsi bansos Juliari Batubara,...
Hmm..
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memvonis Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari dan enam anggota lainnya melanggar kode etik dalam menerima pendaftaran...