Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
Karena di antara ketiga pasangan calon (paslon) tidak ada yang mendapatkan jumlah suara di atas 50 persen, maka sesuai peraturan, paslon Ahok – Djarot...
Diharapkan, dengan adanya kerja sama bilateral maka bea masuk bisa ditekan atau bahkan menjadi 0 persen, seperti Vietnam, sehingga kita dapat mendongkrak nilai ekspor ...
Pada April 2013, Trudeau mengambil alih Partai Liberal. Ia menjadi pemimpin Partai Liberal setelah mengalahkan sejumlah tokoh. Pada 19 Oktober 2015, Partai Liberal menang...
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melakukan audiensi dengan 21 Duta Besar negara-negara Eropa di Jakarta, Selasa (14/2). Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas mengenai akses...
Presiden menegaskan, daerah-daerah yang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi, sebagai konsekuensi dari fluktuasi ekonomi global, perlu mendapat perhatian dan dibantu oleh Pemerintah Pusat.
pinterpolitik.com
JAKARTA – Presiden...